Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Semoga Kita Semua Mendapat Berkah dari para Kiai, Santri dan Ulama Nusantara.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 21 December 2014

Inilah Perbedaan Barongan Blora dengan Reog Ponorogo



Blora, Harianblora.com – Selama ini masih banyak orang Blora dan Ponorogo belum tahu perbedaan Barong Blora dan Reog Ponorogo. Padahal meskipun hampir mirip dan sama, keduanya memiliki perbedaan yang detail. Mau tahu perbedaannya? inilah perbedaan Barongan Blora dengan Reog Ponorogo.

Eko Arifiyanto Sekretaris Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan Kabupaten Blora pada bulan November 2014 lalu mengutarakan perbedaan Barong Blora dan Reog Ponorogo terletak pada bagian kepala. Eko juga mengakui bahwa sejarah dan perjalanan Barong Blor tidak terlepas dari tradidi Reog Ponorogo, namun menurutnya kedua seni itu ada perbedaannya. 

Pada kepala Barong Ponorogo, katanya, terdapat merak yang digambarkan sebagai sebuah keindahan. Sedangkan bentuk kepala barong Blora lebih sederhana. “Kepala barong Blora hanya berupa kepala singa dengan wajah berwarna hitam,” katanya pada 1 November 2014 lalu.

Sesuai perkiraan Eko, perbedaan tersebut karena di wilayaha Blora jauh dari pusat Kerajaan Kediri. Pada saat itu, katanya, biaya membuat kepala Barong menggunakan merak dianggap mahal dan sulit untuk mendapatkannya.

Hal itu menurut Eko merupakan representasi bentuk perlawanan masyarakat Blora pada saat itu. Dikarenakan masyarakat Blora ingin menikmati tradisi unik tersebut, maka lahir dan terciptalah kesenian khas Blora, yaitu seni Barong yang berbeda dengan Reog Ponorogo.

Di sisi lain, perbedaan lain menurut Eko ada pada Lakon Genderuwo. Lakon tersebut yang dilakukan dalam pertunjukan Barong Blora, tidak dimiliki kesenian Barong di daerah lain. Genderuwo ini, menurut Eko, dideskripsikan sebagai sosok jahat dalam lakon cerita Panji Asmorobangun

Indra Bagus Kurniawan, pemain sekaligus pemerhati Barong Blora juga mengutarakan perbedaan tersebut. Dari filosofi dan sejarah menurutnya sudah berbeda. "Dari segi fisik, Rego Ponorogo punya merak, mulutnya tak bisa dibuka, menggambarkan singa. Sedangkan Barongan Blora rambutnya tak ada bulu meraknya, mulut bisa dibuka,dan menggambarkan macan" ujar mantan Ketua MPK SMA Negeri 1 Blora itu.

Ia juga menjelaskan, dari segi iringan, Barong Blora dan Reog Ponorogo sangat berbeda. "Iringan Barong Blora lebih greget," ujarnya. Dari segi tokoh, katanya, sangat berbeda. Di Reog, katanya, tokoh Klonosuwandono, di Barongan Blora tak ada. "Di Barongan Blora, ada tokoh Jaka Lodra atau Genderuwon, dan Untub Nayantaka serta Gainah, di Reog tidak ada tokoh-tokoh tersebut,” ujarnya pada Harianblora.com, Minggu (21/12/2014). Dari segi mistis, kata Indra, Barongan Blora aura mistisnya lebih terlihat dan kental daripada Reog Ponorogo.
   
Selaku pemain dan pemerhati Barong Blora ia menjelaskan perbedaan tersebut sangat jelas. Perbedaanya dari segi fisik, rohani dan aura pertunjukkan. Jika secara fisik Reog Ponorogo ada bulu merak dan skala lebar lebih besar, maka Barong Barong relative lebih kecil. Kalau menurutnya, Barong Blora secara wajah lebih mengindentifikasikan aura Jawanya, maksudnya Jawa di sini ya Jawa Blora. Kalau Reog Ponorogo, menurutnya lebih terpengaruhi setting spiritual dan khazanah budaya Jawa Timur dan Bali.

Menurut Indra, kedua seni itu sama-sama mistis dan perlu telaah budaya yang tinggi. “Saya sudah menulis beberapa karya ilmiah tentang Barongan Blora dari berbagai aspek dan pendekatan. Ternyata, perbedaan itu juga terjadi dari seni, ekspresi dan budaya masyarakat setempat,” paparnya.

Seni, tradisi atau budaya, katanya, itu kan muncul dari kebiasaan dan setting sejarah daerah tersebut. “Secara sejarah memang jelas, Barongan Blora dipengaruhi Reog Ponorogo. Tapi bukan berarti plagiat, namun itu menjadi setting dan backing budaya dengan lahir Barong Blora. Sama seperti orang terinspirasi untuk menulis tentang sastra, ia terinspirasi dari tokoh sastra terkemuka. Lalu ia merepresentasikan karya-karyanya dengan rasa tokoh tersebut, namun hal itu tetap berbeda,” ujar Dia.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Inilah Perbedaan Barongan Blora dengan Reog Ponorogo Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora