Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 28 December 2014

Tradisi Tingkeban di Pati, Kelapa Bergambar Janaka Srikandi



Pati, Harianblora.com – Setiap daerah, memiliki tradisinya masing-masing. Sebagai orang Jawa, wajib bagi kita melestarikan tradisi tersebut. Salah satunya tradisi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Tradisi tingkeban di Pati, kelapa bergambar Janaka Srikandi sangat unik. Pasalnya, kepala tersebut digambari laki-laki dan perempuan yang menggambarkan pasangan yaitu suami istri. Ada yang menggambarnya dengan wujud Janaka dan Srikandi. Selain gambar, dua kelapa dalam tradisi tingkeb di Pati tersebut juga diberi tulisan selawat Nabi Muhammad Saw. "Kelapanya ini seharusnya bergambar Janaka dan Srikandi, tapi karena saya tidak bisa menggambar, jadi gambarnya cukup laki-laki dan perempuan," ujar Ngalimun, warga Dukuhseti Pati yang tak lama ini menggelar acara tingkeban di Pati.

Setiap daerah, memiliki kebudayaan, tradisi yang unik. Kadang, hal itu merupakan percampuran antara Jawa-Islam dan Islam-Jawa. Tidak bisa dipungkiri, tradisi Jawa yang berbau Islam di Jawa Tengah sangat beragam. Hal itu merupakan wujud kekayaan budaya kita, terutama di daerah Pantura.

Tradisi tingker, setiap daerah memiliki keunikannya sendiri, salah satunya di Kota Bumi Mina Tani. Menurut Ngalimun, S.Pd.I, perangkat Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati, tradisi kelapa bergambar tersebut sudah ada sejak ia kecil. Kelapa tersebut digambar, katanya, kemudian dipecah oleh suami, lalu kelapanya digunakan untuk rujak yang nanti ditaruh di nasi berkat pada malam tujuh bulanan. “Biasanya di Pati dimaknai sebagai lambang cinta antara suami dan istri, lambang selawat itu untuk mengagumi dan ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad dan berharap berkahnya,” ujarnya, Senin (21/12/2014) saat hajatan tujuh bulanan di kediamannya.

Selain selawat, kelapa juga dituliskan syahadatain. “Ini merupakan budaya Jawa yang bercampur dengan Islam. Sebagai orang Jawa, tidak mungkin kita meninggalkan tradisi Jawa seperti ini. Tujuannya baik, berharap berkah dari sedekah kepada tetangga dan kita berpikir positif pada Tuhan,” ujar Dia. 

Setahu saya, ujarnya, tradisi tingkeb tujuh bulanan tidak hanya di Pati, namun juga di wilayah Jawa Tengah seperti Rembang, Blora, Kudus, Demak, Grobogan dan sebagainya. “Dua kelapa itu sebagai wujud pasangan suami-istri, sedangkan gambarnya melambangkan hubungan suami istri yang nanti mendapat keturunan,” papar Kasi Kesra Dukuhseti, Kabupaten Pati tersebut kepada Harianblora.com. (Red-HB24/Foto: Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Tradisi Tingkeban di Pati, Kelapa Bergambar Janaka Srikandi Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora