Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 1 February 2015

Wisata Religi di Blora: 8 Makam Keramat di Blora yang Paling Keramat dan Sakral



Wisata religi di Blora salah satunya adalah 8 makam paling keramat di Blora yang dan sakral. Kabupaten Blora memang kaya akan hal-hal mistik. Namun aura mistisme itu menjadi daya tarik sendiri bagi pegiat wisata religi, terutama dari Pati, Rembang, Demak, Jepara Semarang, Bojonegoro Jawa Timur dan sebagainya.

Menurut data yang dihimpun Harianblora.com, berikut 8 makam keramat di Kabupaten Blora yang disakralkan dan menjadi wisata religi bagi masyarakat Jawa bahkan Indonesia.

Pertama, makam Bupati Blora tempo dulu. Makam ini berada di Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Jika Anda berniat berwisata religi di sana, tepatnya adalah + 7 Km ke arah utara Kota Blora.
Makam Bupati Blora. Foto: Gledek.

Kedua, makam Sunan Pojok. Makam ini berada di tengah Kota Blora, yaitu berada di di sebelah selatan alun-alun Kota Blora. Makam Sunan Pojok adalah makam Surobahu Abdul Rohim. Beliau merupakan Perwira di Mataram yang telah berhasil memadamkan kerusuhan di pesisir utara (Tuban).
 
Makam Sunan Pojok. Foto: Promo Jateng.
Ketiga, makam Kh Abdul Kohar. Jika Anda mau berkunjung ke makam ini, silahkan datang di Desa Ngampel Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Letaknya, + 10 Km ke arah utara Kota Blora atau jurusan Blora-Rembang. K.H. Abdul Kohar adalah keturunan dari Kasultanan Demak, yaitu Raden Trenggono yang dikenal sakti dan menjadi tokoh Islam di Blora.
 
Makam KH Abdul Kohar. Foto: Promo Jateng.
Keempat, makam Jati Kusumo dan Jati Swara. Makam ini berada di di Desa Janjang Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Letaknya + 31 Km. ke arah tenggara dari Kota Blora atau + 10 Km dari Kecamatan Jiken. Jika Anda mau berkunjung ke makam Jati Kusumo dan Jati Swara, Anda tak perlu galau. Sebab, akses menuju ke sana sangat mudah dan bisa dijangkau mobil dan motor. Dalam sejarahnya Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara adalah dua bersaudara putera dari Sultan Pajang.
Makam Jati Kusumo dan Jati Swara. Foto: Pemkab Blora.


Kelima, Petilasan Kadipaten Jipang. Petilasan ini terletak di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Letaknya, + 45 Km ke arah tenggara dari Kota Blora. Objek wisata ini merupakan obyek wisata peninggalan sejarah dan adat budaya. Pada zaman dulu, yairu saat kerajaan Pajang Kadipaten Jipang Panilan terletak di Desa Jipang Kecamatan Cepu yang letaknya persisi di pinggir Sungai Bengawan Solo.
Petilasan Kadipaten Jipang. Foto: Kompasiana.

Keenam, Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan. Makam ini berada di Pemakaman Umum di Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Letaknya, + 5 Km ke arah utara dari alun-alun kota Blora. Beliau merupakan pahlawan wanita dari Aceh, yang oleh Belanda diasingkan di daerah Blora dan meninggal pada tahun 1937 dan dimakamkan di Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
 
Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan. Foto: Promo Jateng.


Ketujuh, makam Maling Gentiri.  Makam ini adalah salah satu makam kemarat dan sakral di Kabupaten Blora. Makam Maling Gentiri ini berada di Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Jika Anda mau ke sana, letaknya yaitu + 12 Km ke arah timur dari Kota Blora.

Menurut Sartono Dirjo (1984) dalam bukunya dan buku tradisional Blora karya Suripan Sadi Hutomo (1996) juga hasil dari cerita rakyat, Gentiri adalah anak dari Kyai Ageng Pancuran yang pada saat hidupnya mempunyai kesaktian tinggi (sakti mondroguo), suka menolong kepada orang yang sedang kesusahan, orang yang tidak mampu dan sebagainya.
 
Makam Maling Getiri. Foto: Promo Jateng.



Kedelapan, Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban. Makam ini adalah makam yang disakralkan warga setempat, yaitu berada di Dukuh Kedinding, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban. Jika Anda mau ke sana, letaknya yaitu + 43 Km ke arah tenggara dari Kota Blora.

Dari beberapa literatur, Purwo Suci adalah seorang Adipati Panolan sesudah Ario Penangsang bernama Pangeran Adipati Noto Wijoyo. Di dalam halaman tersebut juga terdapat makam Nyai Tumenggung Noto Wijoyo. Karena jasa-jasanya yang sampai saat ini masih dikunjungi masyarakat untuk tujuan tertentu bahkan pernah dipugar oleh Bupati Blora pada tahun 1864 dengan memakai sandi sengkolo.
 
Makam Purwo Suci. Foto: IPM Blora.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Wisata Religi di Blora: 8 Makam Keramat di Blora yang Paling Keramat dan Sakral Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora