Lokal

Harian Blora Mengucapkan di Tahun Politik 2018-2019 ini mari kita jaga perdamaian di Blora .

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Thursday, 29 March 2018

Kisah Mahasiswi STAISA Tuban, Jalani Kuliah, Aktivis dan Berbisnis

Siti Rahmawati
Harianblora.com - Bagi sebagian mahasiswa atau pun mahasiswa, kuliah adalah kuliah. Mereka kebanyakan hanya kuliah dan tidak mau menjadi aktivis apalagi sampai merintis bisnis meskipun skala kecil.

Baca: Cerita Pramudya, Pemuda Blora yang Melancong di Negeri Belanda

Dalam faktanya, menjalani kuliah, sembari melakukan wirausaha sekaligus menjadi aktivis dan mengajar bukanlah semudah membalik telapak tangan. Apalagi, pekerjaan itu dilakukan seorang perempuan. Namun bagi Siti Rahmawati, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah (STAISA) Tuban, Jawa Timur justru menjadi kegiatan menantang.  Ia pun memendam mimpi ingin memberangkatkan haji orangtuanya sekaligus mengejar mimpinya lanjut studi S2 di luar negeri.

Buktinya, ia pun pada Minggu (25/3/2018) kemarin terpilih menjadi Wakil Presiden BEM STAISA Tuban periode 2018-2019 sebagai satu-satunya peserta perempuan dalam perhelatan politik mahasiswa di kampusnya itu.

"Kemarin terpilih menjadi Wapres pada Minggu tanggal 25 Maret 2018 bersama Presiden Mahasiswa Abdul Rouf," beber Siti Rahmawati pada Harianblora.com, Kamis (29/3/2018).

Harus Seimbang Atur Waktu
Dijelaskannya, bahwa menjadi mahasiswi, aktivis, sekaligus nyambi bekerja kecil-kecilan dan mengajar bukanlah hal mudah. Namun ia mengakui hal itu bisa terlaksana karena ia sudah terbiasa.
Siti Rahmawati (kanan) saat debat dan pemilihan raya mahasiswa

"Ya, Alhamdulillah  seperti itu dibagi waktunya buat kuliah,  ngajar, bisnis,  sama organisasi," kata dara kelahiran Tuban,  19 maret 1998 tersebut.

Sebagai mahasiswi  Jurusan Ekonomi Syari'ah semester 4, ia mengakui sudah mendapat sedikit banyak teori ekonomi dari bangku perkuliahannya. Maka ia mengaku harus bisa mengimplementasikannya dalam wirausaha atau entrepreneurship yang sesungguhnya di lapangan.

"Kalau sekarang bisnis online. Di online ini saya kembangkan bisnis baju, sepatu, kerudung,  banyak lah. Tapi sekarang fokus di bisnis online MSI yang bisa buatku pengen beli apapun tercapai keinginanku. Ini rencana mau buka toko fotocopy sama buat toko MSI," tandas perempuan berkacatama itu.

Meski merintis usaha kecil-kecilan, ia pun masih mendapatkan capaian akademik yang bagus. "Alhamdulillah nilai bagus. Dulu aku masuk nyusul aja waktu UTS langsung ikutan ujian bentar lagi UAS itu Alhamdulillah IPK saya sama dengan anak-anak yang masuk dari awal. Kalau buat nilai selalu bagus itu Bahasa Inggris selalu dapat A+," lanjut dia.

Alhamdulillah dengan kesibukan itu, lanjutnya, semua masih tetap aktif di perkuliahan. "Paling waktu rapat sama dosen baru ninggal jam kuliah," tukasnya.

Dalam waktu dekat, ia pun ingin memperdalam keterampilan berbahasa Inggrisnya. "Tapi bentar lagi udah  istirahat dulu kuliahnya. Rehat, izin dapat beasiswa belajar di Kampung Inggris 4 bulan. Habis ini ya kuliah lagi," lanjut dia.

Pihaknya menegaskan, keinginan memerdalam kemampuan Bahasa Inggris karena didorong untuk melanjutkan studi di luar negeri. "Harapannya ke depan pengen bisa berangkatin haji kedua ortu. Terusin S2 Bahasa Inggris kalau nggak manajement di luar negeri dengan dapat beasiswa di kampus Inggris ini menjadikanku yakin bisa S2 ke luar negeri," pungkas dia. (hb44/hms)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kisah Mahasiswi STAISA Tuban, Jalani Kuliah, Aktivis dan Berbisnis Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora