Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 6 January 2017

Buat Barongan Blora Jadi Sampingan Seniman

Indra Bagus Kurniawan saat membuat barongan di rumahnya, Jumat (6/1/2017).
Blora, Harianblora.com – Selain menjadi seniman, tampaknya membuat barong juga mulai dilirik sebagian pecinta seni barong di Blora. Sebagai salah satu kekayaan lokal, Barongan Blora menjadi salah satu ikon di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Oleh karena itu, menekuni seni lokal khas Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yaitu barongan atau barong, selain menanamkan jiwa primordialisme dan menghargai budaya leluhur, sebenarnya bisa menggairahkan ekonomi lokal dan memberantas pengangguran.

“Menekuni di sini maksud saya bukan hanya bergerak di keseniannya dengan ikut bermain dan mendirikan sanggar barong. Tapi juga ikut promosi, jualan dan juga membuat barongan secara fisik,” beber Indra Bagus Kurniawan, pemimpin Sanggar Sardulo Krida Mustika sekaligus pengrajin Barongan Blora, Jumat (6/1/2017).

Mahasiswa FISIP Undip itu juga mengatakan, awalnya ia bergabung dan belajar di grup seni barong Risang Guntur Seto (RGS) sebagai salah satu grup senior di Kabupaten Blora. Kemudian, ia berinisiatif menggas sanggar sendiri dengan membeli segala bentuk peralatan dan mengumpulkan anak-anak muda setempat untuk menjadi pemainnya.

“Sanggar saya baru terbentuk tahun kemarin. Alhamdulillah, kalau secara grup, kita sudah pentas di sejumlah acara, termasuk HUT Risang Guntur Seto. Tapi kalau secara personal, saya sudah pentas di mana-mana, termasuk di Semarang, Solo, Rembang, dan juga di even Festival Barong Nusantara,” lanjut dia.

Sekadar diketahui, di Kabupaten Blora, hampir tiap desa memiliki grup barong, baik itu yang tercatat di pemerintah maupun yang belum. “Makanya Blora itu disebut Kota Barongan. Anak-anak muda di sini, hampir semuanya cinta barongan. Kalau diseriusi, bisa menghasilkan uang kok. Ya dari honor manggung, sampai dengan keuntungan menjual atau membuat barong itu sendiri,” lanjut dia.

Kalau saya pribadi, kata dia, sebenarnya sejak dari SMA sudah menekuni dunia barong. “Saya juga pernah menulis Karya Tulis Ilmiah tentang peran barong dalam meningkatkan ekonomi Blora. Jadi sudah membuktikan secara teori dan sudah praktik,” jelas dia.

Dilanjutkan dia, bahwa hal paling mendasar dalam barong Blora sebenarnya tidak hanya secara fisik. “Namun juga dari segi pementasan, secara lakon atau drama, iringan musik serta nilai mitologi itu berbeda dengan Reog Ponorogo,” papar dia.


Ia berharap, para pemuda Blora serius menggarap kesenian lokal itu dengan cara mencintai dang nguri-nguri. “Ya tidak hanya cinta tok, tapi kalau bisa ya mempromosikan, agar budaya lokal ini tidak hilang. Karena kalau di sekolah SMA, sudah ada muatan lokal Barong, mungkin sebagian ada yang masih jadi ekstra. Tapi meskipun demikian, barongan Blora perlu dilestarikan dan dimasukkan dalam pendidikan,” harap dia. (Red-HB99/HJN).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Buat Barongan Blora Jadi Sampingan Seniman Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora