Harian Blora menerima rilis tulisan baik berupa berita, juga opini, cerpen dan puisi. Naskah silahkan kirim ke redaksiharianblora@gmail.com

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 6 January 2017

Desa Nglebak Blora Menyimpan Sejuta Keunikan

Salah satu akses di Desa Nglebak
Nglebak. Nama desa di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini memang jauh dari peradaban. Susah sinyal, akses transportasi minim, dan semua kebutuhan domestik didapat dari Ngawi, Jawa Timur.

Secara administasi, Nglebak terbagi atas beberapa dukuh. Mulai dari Dukuh Nglebak, Kalikangkung, Plumbun dan Dusun Megeri. Akses antara dukuh tersebut pun relatif jauh dan harus ditempuh melewati jalur sepi alias hutan lebat dengan jalan yang tak beraspal namun hanya ditalud dan jalan makadam. Menurut dia, yang diaspal hanya sedikit, itu pun sudah rusak karena menjadi jalur pengangkut pasir.

Menurut Bambang, Kamituwo Desa Nglebak, ada sejumlah keunikan tersendiri di Nglebak selama ini.  Pertama, wilayah ini berpenghasilan besar di sektor pertanian, terutama padi dan jagung. “Jika dibandingkan dengan wilayah Blora lain, ya jauh beda, apalagi di sini dekat Bengawan Solo,” ujar Bambang kepada Harianblora.com, Jumat (6/1/2016).

Kedua, kualitas jati yang teruji. “Banyak warga Ngawi mengambil bibit dari jati di sini,” tambah dia.

Selanjutnya, menurut dia, potensi alam di sana memang sangat menarik. Banyak wana wisata dan wisata sungai yang dekat Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang bisa digarap menjadi objek wisata lintas provinsi.

Menurut dia, hanya beberapa tahun ini Nglebak mulai maju. “Ya sekitar lima tahunan ini, warga sudah mengenal HP. Meski ada HP, sinyal pun susah,” lanjut dia.

Selain itu, kalau ada warga setempat yang kerja di luar kota atau di luar provinsi, kebanyakan dari mereka tak mau kembali lagi ke desanya. “Banyak yang sudah mengenal dunia luar, tapi mereka ya menetap di Jakarta, Kalimantan, Semarang, Surabaya dan daerah lain,” ujar dia.

Kalau kegiatan pemberdayaan masyarakat, kata dia, beberapa tahun ini sudah ada yang menyentuh. “Kemarin sudah ada mahasiswa KKN dari STAI Khozinatul Umum Blora. Sebelumnya juga ada KKN dari UGM Jogjakarta dan SMA 1 Blora yang mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat,” beber dia.

Kemudian, keunikan lain menurut Bambang adalah banyak warga yang umurnya tua alias awet hidup. “Itu mbah saya sudah 90 lebih, mungkin sudah ada 100 tahun umurnya. Tapi karena lupa tanggal lahirnya, jadinya kira-kira ya 90 tahunan. Selain mbah saya yang kakung, yang istri juga masih hidup, umurnya selisih sedikit. Mereka masih bisa beraktivitas sehari-hari layaknya orang biasa, wong masih anggon wedus (gembala kambing) kok tiap hari,” lanjut dia.

Penyebab umur awet, menurut dia, mungkin karena banyak mengonsumsi makanan yang orisinil dan jauh dari unsur kimia. “La gimana lagi, makanannya ya nasi padi, nasi jagung, ketela, cemilannya ya jagung, kacang, wi, pisang,” papar dia.

Selain itu, di Nglebak juga terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Kalau menurut Pemkab Blora, PTLS di Nglebak ini cuma sedikit di Indonesia. Ini yang di Nglebak menjadi PLTS kedua di Indonesia,” lanjut dia.

Menurut Bambang, warga setempat juga aman dari berbagai jenis kejahatan. “Di sini motor jarang yang dimasukkan rumah. Karena aman dari curanmor. Kalau beberapa bulan lalu ada curanmor, tapi itu bukan warga dari sini pelakunya. Tapi sekarang sudah aman,” imbuh dia.


Ia berharap, ke depan ada perhatian khusus dari pemerintah agar Desa Nglebak bisa semakin maju, baik dari segi infrastruktur maupun SDM warga setempat. “Di sini yang sarjana itu bisa dihitung sih, kalau lulusan SMA lumayan, karena kalau sekolah aja di Ngawi semua, selain SD,” tutup dia. (Red-HB99/HJN).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Desa Nglebak Blora Menyimpan Sejuta Keunikan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora