Harian Blora menerima rilis tulisan baik berupa berita, juga opini, cerpen dan puisi. Naskah silahkan kirim ke redaksiharianblora@gmail.com

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 15 January 2017

Pramuka Kota Blora Resik-resik Museum Mahameru, Ini Ceritanya!

Blora, Harianblora.com – Pramuka di Blora makin taji. Ya, pramuka yang keren, gembira dan asik ternyata bukan sekadar kata-kata, namun bernar adanya. Bahkan kini gerakan kepanduan ini telah masuk di berbagai aspek kegiatan.

Salah satunya yang dilakukan anak-anak Pramuka di Kota Blora, Jumat (13/1/2017) kemarin. Puluhan anak-anak berseragam Pramuka mendatangi sebuah museum bukan untuk belajar benda cagar budaya saja, namun juga berkegiatan sosial.​

Sekitar pukul 13.00 WIB mereka datang ke Museum Mahameru Blora yang berada di komplek Taman Tirtonadi. Setibanya di lokasi, anak-anak Pramuka dari SMK Negeri 2 Blora ini tidak langsung belajar tentang benda-benda cagar budaya. Melainkan melakukan kebersihan lingkungan. Aksi sosial ini mereka lakukan di luar dan dalam ruangan.

Dengan sukarela mereka ikut membersihkan lingkungan di sekitar museum yang letaknya tepat di sebelah selatan kolam renang Tirtonadi ini. Sampah berupa dedaunan kering mereka kumpulkan jadi satu untuk dibakar. Sedangkan beberapa lainnya ikut membantu menyapu ruangan museum.

“Alhamdulillah bisa ikut membantu merawat museum. Mengingat tingkat kunjungan ke museum sangat rendah. Selama ini jarang ada anak muda yang berkunjung ke museum, apalagi ikut bersih-bersih. Padahal benda-benda di dalam museum ini merupakan peninggalan cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi. Senang bisa ikut kegiatan ini, kita berkegiatan sosial sambil belajar benda-benda bersejarah tentang masa lalu Blora,” ucap Siti, salah satu peserta Pramuka.

Begitu juga dengan Gatot Pranoto, Ketua Yayasan Mahameru yang mengelola Museum mahameru sejak dirintis tahun 1999. Ia merasa senang dan bombong atas kedatangan adek-adek Pramuka dalam kegiatan bersih lingkungan di sekitar Museum.

“Saya sangat bombong (bangga-red) atas kedatangan adek-adek semuanya ke Museum. Memang kami sadari, kemampuan kita terbatas untuk merawat museum. Dengan kegiatan yang adik-adik lakukan, semoga museum ini bisa lebih baik lagi. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih,” kata Gatot Pranoto.

Setelah melakukan kebersihan, mereka semua berkumpul di museum lantai 2 untuk memperoleh cerita sejarah pendirian museum dan tanya jawab tentang benda-benda cagar budaya dengan Pak Gatot Pranoto. Aneka benda cagar budaya sejak jaman kerajaan hindu budha hingga jaman kemerdekaan disimpan di museum ini. Semua merupakan barang temuan dari Kabupaten Blora, termasuk beberapa fosil hewan purba.

Handika Rahman (32) salah satu pengurus Pramuka mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak dengan sejarah kehidupan masa lalu di Kabupaten Blora. “Kita gelar acara wisata edukasi bagi anak-anak Pramuka. Salah satunya mengedukasi tentang benda-benda cagar budaya yang ditemukan di Blora,” kata Handika.

Ia berharap dengan kegiatan yang diawali oleh Pramuka ini, kedepan Museum Mahameru bisa semakin dikenal khususnya kalangan muda untuk belajar sejarah peradaban kehidupan manusia di Kabupaten Blora. Karena menurutnya benda cagar budaya yang disimpan di museum ini cukup lengkap. (Red-HB99/Hms).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pramuka Kota Blora Resik-resik Museum Mahameru, Ini Ceritanya! Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora