Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Thursday, 7 September 2017

Media Islam Dikuasi Wahabi, Warga NU Harus Waspada!

kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1 di Pondok Pesantren Putra Putri Al-Asror, Jalan Kauman 1 Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu malam (3/9/2017).
Semarang, Harianblora.com – Media online, saat didominasi oleh kaum wahabi yang selalu menyeru pada radikalisme. Mereka, mendominasi pemberitaan Islam yang tidak ramah bahkan sangat intoleran. Karena Indonesia mayoritas penduduknya Islam, maka justru yang menonjol Islam itu intoleran.

Selain itu, banyak pula di antara mereka yang mengaku-ngaku sebagai penganut faham Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), namun amaliyah dan cara berpikirnya adalah wahabi.

“Kalau teman-teman sering menyebutnya ASRABI, yaitu Aswaja Rasa Wahabi,” beber Abdull Badri pengelola penanggungjawab kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1 di Pondok Pesantren Putra Putri Al-Asror, Jalan Kauman 1 Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu malam (3/9/2017).

Ia menjelaskan, ada beberapa cira-ciri ASRABI. Salah satunya adalah selalu ingin mengubah Indonesia yang sudah Pancasila menjadi negara Islam atau khilafah. Selanjutnya, mereka antitradisi, seperti tahlilan, yasinan, mauludan dan lainnya.

Media Dikuasi Wahabi
Sementara itu, Mohamad Syafi' Ali (Savic Ali) Direktur NU Online, menegaskan bahwa media online Islam, saat ini didominasi oleh media-media wahabi yang selalu mengampanyekan klaim benar sendiri, antitradisi dan tidak menonjolkan Islam yang ramah.

Aktivis reformasi 1998 ini juga menjelaskan, bahwa kebanyakan, media-media online Islam yang pro NU masih kalah dengan media milik wahabi. Sebab, menurut Savic Ali, saat ini peringat 10 besar media online Islam dikuasai Wahabi.

Bahkan, di internal NU, khusus situs resmi PBNU yakni NU Online menjadi satu-satunya media Islam non-wahabi yang berada di 10 besar, namun maksimal berada di ranking keempat.
Penggagas Islami.co ini juga membeberkan, dalam lima tahun lalu NU Online belum masuk dalam 20 besar. Akan tetapi dengan konsistensi, akhirnya masuk dalam 20 besar dan kini masuk 10 besar

“Orang Indonesia, terutama Jawa, itu ramah dan tidak suka konflik. Kalau orang Jawa mengatakan ngono ya ngono ning ojo ngono,” beber Savic Ali yang lahir di Pati itu.

Santri yang pernah menimba ilmu di Kajen, Pati ini juga membeberkan beberapa kasus politik yang menyeret isu SARA. "Contoh kasus kecil saja, di Pilkada DKI Jakarta yang bertikai itu rata-rata saat ini menarik diri dan kembali ke zona aman," beber dia. (red-HB88.HI).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Media Islam Dikuasi Wahabi, Warga NU Harus Waspada! Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora