Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga Kita Semua Mendapat Berkah Qurban.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Wednesday, 7 December 2016

Barongan Blora, Antara Kebudayaan dan Sumber Kehidupan



 
Oleh Indra Bagus Kurniawan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Diponegoro


Barongan Blora pada perkembangannya tidak hanya menyangkut tentang sebuah pertunjukkan belaka, tetapi juga mengenai sebuah industri kreatif dan sebuah profesi bagi para pelaku Barongan Blora. Bagi penjual aksesoris Barongan bisnis ini sangat menghasilkan. Peralatan yang digunakan dalam pementasan Barongan Blora dibuat oleh pengrajin asli Blora. Saat ini tercatat puluhan pengrajin peralatan Barongan terus menerus membuat perlengkapan Barongan seiring dengan semakin meningkatnya minat dan permintaan para konsumen.
Bahan dasar kepala Barongan dan topeng yang ada dalam Barongan Blora biasanya terbuat dari kayu dadap, lo, dan randu karena teksturnya empuk, sehingga mudah dipahat tetapi bersifat tidak gampang pecah. Para pengrajin peralatan Barongan Blora memiliki keahlian khusus dalam hal memahat, mengukir, melukis, dan memasang rambut Barongan yang terbuat dari ijuk. Waktu pembuatan Barongan bisa hampir satu bulan, tetapi untuk topeng-topeng tidak kurang dari seminggu sesuai dengan banyaknya pesanan.
            Para pengrajin peralatan Barongan Blora sangat menggantungkan hidupnya pada usaha ini. Dengan modal sekitar 400 ribu rupiah, sebuah kepala Barongan dapat terjual dengan harga 1 juta sampai 2,5 juta rupiah. Harga tersebut tidak terlalu tinggi, jika kita memperhatikan rumitnya proses pembuatan peralatan Barongan Blora khususnya kepala Barongan. Hasil dari keuntungan tersebut mereka gunakan untuk modal membeli kayu, cat, kulit binatang, ijuk, maupun peralatan lainnya. Dengan keuntungan hasil penjualan peralatan Barongan Blora membuat para pengrajin dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
            Barongan Blora menjadi idola guna meramaikan beberapa acara seperti pernikahan, sunatan, maupun pesta rakyat di Blora. Guna dapat mendatangkan sebuah grup Barongan untuk pentas, biasanya harus merogoh kocek sekitar 2 hingga 6 juta rupiah tergantung kualitas grup Barongan yang diundang. Uang tersebut nantinya akan dibagikan sebagai honor kepada para penari maupun penabuh gamelan yang biasanya dalam sebuah grup Barongan beranggotakan 25 hingga 35 orang. Sisa dari pembagian honor tersebut biasanya digunakan sebagai kas suatu grup Barongan. Dengan menjadi seniman Barongan Blora tidak hanya dapat menyalurkan hobi, tetapi dapat juga sebagai ladang memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam pementasan Barongan Blora tidak hanya melibatkan para penari dan penabuh gamelan, tetapi juga melibatkan banyak pihak. Dalam pementasan Barongan Blora biasanya menggunakan  panggung dan sound system yang biasanya tidak milik grup Barongan itu sendiri tetapi berasal dari penyewaan panggung dan sound system.  Dengan adanya pementasan Barongan Blora, seorang yang menggeluti usaha penyewaan panggung dan sound system akan memperoleh penghasilan yang berasal dari uang sewa. Dari uraian tersebut, Barongan Blora tidak hanya sebuah kebudayaan Blora yang patut dilestarikan, tetapi juga sebuah media yang dapat digunakan untuk mencari penghasilan.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Barongan Blora, Antara Kebudayaan dan Sumber Kehidupan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora