Harian Blora menerima rilis tulisan baik berupa berita, juga opini, cerpen dan puisi. Naskah silahkan kirim ke redaksiharianblora@gmail.com

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Monday, 5 December 2016

Cegah Impor Aktuaris: Perkuat Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Guna Ciptakan Profesi Aktuaris

Jakarta, Harianblora.com – Berdasarkan data dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), angka tenaga aktuaris di Indonesia masih rendah yakni hanya sekitar 400 orang, sedangkan kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa dan kesehatan diprediksi akan terus meningkat.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Edy Setiadi, usai menyaksikan penandatanganan kerjasama antara AXA Mandiri & AXA dengan Universitas Gajah Mada, Selasa (29/30/2016), mengatakan bahwa saat ini di Indonesia kurang lebih ada 107 perusahaan asuransi yang semuanya membutuhkan tenaga aktuaris. Itu belum termasuk perusahaan bidang lain yang membutuhkan aktuaris, sehingga perkiraan kebutuhan seribu tenaga aktuaris itu adalah angka minimum dalam setahun.

“Tiap tahun makin tinggi, padahal bukan hanya industri asuransi yang membutuhkan aktuaris. Kalau tidak ada ya terpaksa impor,” ungkap Edy Setiadi. Edy menambahkan bahwa pihaknya tidak mengharapkan tenaga aktuaris di Indonesia didominasi oleh tenaga asing. Ia menginginkan orang Indonesia mampu menjadi tuan di tanahnya sendiri.

Rianto Djojosugito, Ketua Umum PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia) di waktu yang sama mengatakan bahwa saat ini Malaysia adalah salah satu negara yang telah banyak menghasilkan tenaga aktuaris. “Aktuaris Malaysia telah menyebar ke negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia, di Singapura saja, 60% tenaga aktuarisnya berasal dari Malaysia.” Sebut Rianto. Menurut Rianto, setiap tahun Indonesia baru bisa menciptakan sekitar 40 aktuaris.
Pada kesempatan yang sama juga, Paul-Henri Rastoul, Country CEO AXA Indonesia menjelaskan bahwa ada perbedaan sistem asuransi antara Malaysia dan Indonesia, di Malaysia, masyarakatnya diwajibkan oleh pemerintah untuk memiliki asuransi, sedangkan di Indonesia, masyarakatnya boleh memilih apakah ingin memiliki asuransi atau tidak. Menurut Paul, hal tersebut yang membuat Malaysia saat ini memiliki Aktuaris yang melimpah.

Dukungan Industri
Menjawab permasalahan tersebut, AXA Mandiri & AXA berinisiatif untuk menjalin kerjasama dengan beberapa universitas terkemuka di Indonesia. Selasa lalu (29/30), Universitas Gajah Mada (UGM) dan AXA Mandiri & AXA telah menandatangani perjanjian kerjasama dalam mengembangkan profesi aktuaris di Indonesia. Kerjasama tersebut meliputi program pelatihan dan magang serta kesempatan berkarir di

AXA Mandiri & AXA bagi mahasiswa UGM lulusan Ilmu Matematika dan Statistik.
“Ini merupakan kerja sama yang sangat penting antara AXA Mandiri & AXA sebagai salah satu pemimpin di dunia asuransi dan UGM sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di negeri ini. Kerjasama dalam pengembangan profesi aktuaris ini adalah investasi jangka panjang kami untuk mencetak aktuaris di masa depan guna mendukung kesinambungan bisnis kami di Indonesia serta mengembangkan para generasi muda bertalenta di Indonesia,” ujar Paul-Henri Rastoul, Country CEO AXA Indonesia.

Selain itu, dalam Perjanjian kerjasama tersebut AXA Mandiri & AXA bersama-sama melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menyelenggarakan literasi keuangan kepada murid-murid SMA, mahasiswa serta masyakarat lokal. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat dan literasi keuangan ini, diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan keuangan, sehingga mereka dapat melindungi diri mereka dan orang yang mereka sayangi dengan lebih baik lagi.

“Sebagai pelaku di bidang asuransi, kami memiliki tujuan mulia yakni memberdayakan masyarakat agar mereka bisa mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Kami berharap program pengabdian masyarakat bersama ini juga akan membantu tercapainya inklusi keuangan yang digagas oleh pemerintah Indonesia,” tambah Chief Corporate Affairs Officer AXA Indonesia Benny Waworuntu.

Hingga saat ini, AXA Mandiri & AXA telah menjalin kerjasama dengan 2 perguruan tinggi di Indonesia yakni ITB dan UGM. Kerjasama dengan perguruan tinggi merupakan bentuk perusahaan dalam memberikan respon positif atas inisiatif yang telah dilaksanakan OJK guna memperkuat industri asuransi di Indonesia. Kerja sama ini pun membuktikan komitmen AXA Mandiri & AXA sebagai pemain di industri asuransi yang secara proaktif menjawab kebutuhan aktuaris lokal.  (red-HB99/Hms).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Cegah Impor Aktuaris: Perkuat Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Guna Ciptakan Profesi Aktuaris Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora