Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Wednesday, 25 February 2015

Perbedaan Presensi dan Absensi dalam Pendidikan Wajib Diketahui Guru dan Dosen



Semarang, Harianblora.com – Perbedaan presensi dan absensi dalam pendidikan wajib diketahui guru, dosen, ustaz, mentor, tutor, instruktur, widyaiswara maupun tenaga kependidikan yang lain. Hal itu diungkapkan Dian Marta Wijayanti, salah satu guru SD  yang kini menggeluti kajian pendidikan dasar.
 
Salah satu penulisan Daftar Presensi yang sudah tepat. Foto: harianlora.com
Menurut alumnus SMA Negeri 1 Blora tersebut, konsep presensi dan absensi sangat beda. Namun sampai saat ini masih banyak guru-guru belum tahun tentang hal itu. “Kalau presensi itu kehadiran, kalau absensi ya yang tidak hadir,” jelas Dian kepada Harianblora.com, Selasa (24/2/2015) siang.

Guru kelas II SD tersebut mengatakan, presensi itu diambil dari bahasa asing present yang artinya hadir atau datang. “Sedangkan absensi itu ya absent artinya tidak datang. Jadi kalau ada guru kok masih bilang absen kepada siswa di kelas itu salah,” tukas Direktur Smarta School tersebut.

Absen, kata dia, dalam bahasa Indonesia kan sudah jelas artinya tidak masuk sekolah, tidak masuk kerja, tidak hadir. “Jadi, mengabsen itu ya berarti mendata yang tidak masuk saja, bukan mendata semua peserta yang hadir. Ini berbeda. Penulisannya pun harus diganti, bukan daftar absensi tapi yang benar adalah daftar presensi,” jelas lulusan terbaik PGSD Unnes tersebut.

Bagi guru-guru yang sudah tau, kata dia, mungkin agak susah mengganti. “Sebab mereka sudah biasa menguacapkan mengabsen daripada presensi,” tandas penulis buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner tersebut.

Yang benar, lanjutnya, anak-anak ayo presensi dulu. “Bukan ayo absen dulu,” tegas perempuan tersebut. Kelihatannya ini masalah bahasa, lanjutnya, namun substansi dan konsep juga berbeda.
Kalau guru kok salah, katanya, apalagi guru SD, maka kesalahan itu akan diwariskan kepada semua anak sampai ia dewasa. “Kalau anak sudah terbiasa mengucapkan dan menulis konsep yang salah, maka selanjutnya pasti akan salah terus,” katanya.

Dimulai Sejak Dini
Untuk mengubah hal itu, kata dia, semua guru memang harus paham konsep presensi, absensi dan kehadiran. “Mengucapkan hadir juga banyak yang salah, hadir itu untuk laki-laki, dan hadirah itu untuk perempuan. Tapi masih banyak mahasiswi di kampus ketika dipanggil dosennya bilang hadir, padahal hadir itu asesoris bahasa untuk muzakkar atau laki-laki,” tukas Dian di sela-sela kesibukannya.

Maka dari itu, menurut Dian, semua itu harus diawali dari diri sendiri, terutama bagi guru-guru yang masih sering menggunakan kata absen dalam tulisan maupun diucapkan dalam bahasa verbal.

Pasalnya, menurut Dian, meskipun banyak dosen bergelar doktor dan profesor, tapi kalau tidak ahli bahasa, tentu mereka tidak terlalu paham tentang konsep bahasa yang baik, benar dan indah. “Profesor juga sering bilang mengabsen, bukan presensi, di awal membuka mata kuliah juga masih bayak dosen bilang siapa yang belum absen bukan siapa yang belum presensi,” ujar asesor EGRA USAID Prioritas Jawa Tengah tersebut.

Tak hanya wartawan dan penulis serta editor, kata Dian, namun guru wajib berbahasa yang benar dan baik. "Efek dari satu kata yang salah dari mulut guru, selamanya akan membawa warisan kesalahan bagi anak, maka jadi guru itu sebenarnya pekerjaan yang amat sulit," beber dia.
 
Meskipun itu kelihatannya simpel, namun menurut Dian jika salah, selamanya akan salah. “Minimal ya TU di sekolah harus tahu, dan daftar absensi harus diganti dengan daftar presensi atau cukup daftar hadir,” pungkasnya. (Red-HB20/Foto: Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Perbedaan Presensi dan Absensi dalam Pendidikan Wajib Diketahui Guru dan Dosen Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora