Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga Kita Semua Mendapat Berkah Qurban.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Tuesday, 10 February 2015

Mitos Jawa, Cara Menahan Buang Air Besar dan Pipis dengan Membawa Batu



Blora, Harianblora.com – Orang Jawa memang penuh mitos. Salah satunya mitos Jawa, cara menahan buang air besar dan pipis, maka bawalah batu di saku.  Tidak hanya di Kabupaten Blora, mitos ini juga berlaku di Rembang, Pati, Kudus, Demak, Jepara dan daerah lain di Jawa Tengah.


Salah satunya pemuda yang meyakini mitos ini adalah Soni, ia meyakini bahwa kalau tidak ingin buang air besar harus membawa kerikil atau batu kecil di dalam saku. “Kalau pas bepergian jauh, saya membawa batu kecil di saku,” ujar dia kepada Harianblora.com, Selasa (10/2/2015).

Menurut dia, hal itu bisa menyugesti jiwa. “Ketika jiwa tersugesti, maka kita yakin dan pasti tidak akan beol,” jelasnya. Saya diajari mbahku, kata dia, saat SD. “Sedangkan saya saat ini sudah berumur 24 tahun,” ujar mahasiswa Fakultas Bahasa Unissula tersebut.

Soni menilai, sebenarnya batu ketika dibawa dan diyakini akan menyugesti pikiran. Jika pikiran sudah yakin tidak pipis atau pun BAB, ya pasti tidak akan pipis. “Kebeletnya bisa ditahan,” jelasnya.

Namun menurut Soni, jika kebelet pipis atau BAB ditahan juga tidak baik. “Kalau mau BAB atau pipis diempet ya kurang baik, justru menimbulkan penyakit,” tandas dia.

Senada dengan hal itu, Aryo Permana Kusuma, alumnus FIPK Undip mengatakan hal itu benar. Sebab, hal itu bisa menahan perut. "Kalau bawa batu otomatis menahan perut," tukas dia.

Meskipun mitos, Aryo sering mempratikkan hal itu ketika bepergian jauh. "Saya sering membuktikan hal itu," papar pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Jateng-DIY tersebut.

Cara Jitu Menahan BAB dan Pipis
Membawa batu di saku celana, memang diyakini sebagai cara jitu menahan BAB dan pipis. Salah satu warga Blora, Mardi (34) mengatakan sebenarnya tidak hanya batu, namun juga jerami atau karet. “Kalau tak ingin pipis saat bepergian, biasanya ya celana dalamnya diberi tali jerami atau karet,” tukas dia.

Hal itu menurut Mardi adalah cara orang Jawa. “Benar atau tidak memang bergantung pada kemanteban. Kalau manteb ya pasti gak BAB dan pipis, tapi kalau gak manteb ya pasti pipis di jalan meskipun sudah bawa batu dan menalikan jerami di celana,” jelasnya.

Pendapat senada juga diungkapkan Reni Wiyarsih (29) warga Blora. Saat ia hamil dulu, ia pernah membuktikan mitos itu. “Saya dulu waktu hamil sering kebelet pipis, karena wajar jika orang hamil sering pipis. Saat bepergian jauh, untuk menahan itu, ibu saya memberi tali di celana saya dan terbukti perjalanan Blora-Lamongan saya tidak pipis,” ujar dia.

Berbeda dengan hal itu, mantan Badan Pengelola Latihan (BPL), Muharom Alrosyid justru memaknai hal itu sebagai hukum alam. “Kalau mau berak ya berak saja, itu cuma mitos,” tukasnya kepada Harianblora.com.

Sebab, menurut dia, kalau bicara soal sugesti, atau ketika menggenggam batu berhubungan dengan saraf, soal itu belum ada penelitian ilmiah. Jadi, lebih kepada kepercayaan atau konstruksi masyarakat soal batu, BAB dan pipis.

Menurut Dermawan Setiabudi pemerhati budaya di Jateng, menilai hal itu sudah tidak ilmiah. “Kan itu kepercayaan orang dulu, tentu besa seperti sekarang,” tukas dia. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com/Foto: Kaskus).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Mitos Jawa, Cara Menahan Buang Air Besar dan Pipis dengan Membawa Batu Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora