Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 13 February 2015

Hidup Lebih Berani dengan Memahami Kematian



Oleh Al Mahfud
Peresensi adalah penikmat buku dari Pati

Judul : The Enneagram of Death
Penulis : Elizabeth Wagele
Penerbit : Serambi
Tahun terbit : November 2014
Tebal : 376 Halaman


Hidup tak selalu tentang kesenangan atau kebahagiaan. Bahkan, sebagian orang merasa hidupnya lebih banyak berisi kesedihan yang membuatnya selalu berkubang dalam kedukaan. Orang dengan tipe tersebut, membutuhkan pendorong, motivasi dan semangat agar dapat terbebas dari belenggu kesedihan dan ketakutan yang sebenarnya ia ciptakan sendiri, lalu dapat menjalani hidup dengan optimis dan lebih bergairah.

Salah satu penyebab mengapa orang merasa takut dan sedih dalam hidupnya, tak lain adalah ketika mengingat kematian. Tak bisa dipungkiri, kematian adalah akhir kisah yang pasti menyapa tiap perjalanan hidup seseorang. Kematian—dengan kepastiannya tersebut—telah banyak menyebabkan orang-orang menjadi cemas, gelisah, dan takut ketika mengingatnya.

Tiap orang memiliki cara-cara tersendiri dalam menghadapi ketakutan tersebut sesuai dengan berbagai tipe kepribadiannya. Elizabeth Wagele mencoba mengulas bagaimana masing-masing tipe kepribadian dalam menghadapi rasa duka, rasa takut, dan kematian. Tipe-tipe kepribadian tersebut antara lain adalah perfeksionis, penolong, pengejar prestasi, romantis, pengamat, pencemas, petualang, pejuang dan pendamai. Tentu menjadi menarik untuk melihat bagaimana masing-masing dari tipe kepribadian ini menghadapi hal-hal tersebut.

Buku ini menyampaikan pesan lewat berbagai kisah tentang orang-orang yang mengalami hal-hal semacam ketakutan, kegelisahan dan kemarahan. Orang-orang dengan tipe kepribadian yang berbeda, memiliki respon dan potensi yang berbeda ketika dihadapkan pada berbagai ketakuta dan kekhawatiran karena kematian. Dalam buku ini, hal tersebut coba diulas lewat berbagai bentuk, diantaranya berupa esai, puisi, maupun kisah-kisah yang dituangkan dalam masing-masing tipe kepribadian.

Memahami Kematian
Namun, ada satu hal pokok yang bisa menjadi benang merah dari semua tipe kepribadian dalam menghadapi rasa takut dan masalah dalam hidupnya. Yakni ia harus mampu menyadari, memahami sedalam-dalamnya tentang kematian, melakukan pendekatan dengannya (kematian), hingga rasa takut akan kematian itu terlepas dari dalam benaknya. Cara meningkatkan kesadaran tersebut—dalam buku ini—dipahami dari sistem kepribadian yang disebut enneagram, yang memuat sembilan tipe kepribadian yang telah disebutkan di awal.

Ketika rasa takut pada kematian sudah dapat diatasi, seseorang akan dengan mudah memancarkan keberanian-keberanian yang ia miliki. Keberanian-keberanian yang sebelumnya tidak pernah mereka pikirkan dan mereka sadari, karena—selama terbelenggu oleh ketakutan—keberanian-keberanian itu tertutupi oleh rasa takut itu sendiri. Jika seseorang sudah mampu melepaskan ketakutannya akan kematian, ia seakan terlahir kembali sebagai sebagai pribadi yang optimis, penuh gairah hidup, dan menyongsong kematian dengan bahagian dan suka cita.

Dalam Islam, seruan untuk mengingat kematian sudah menjadi bagian dari keyakinan. Kematian yang sudah pasti dialami tiap orang, membuatnya harus diingat, agar banyak menggunakan sisa waktu hidupnya untuk beramal baik, sebagai bekal menghadapai kematian itu sendiri. Mengingat kematian tidak berarti selalu terbelenggu dalam ketakutan.

Hal ini sebenarnya selaras dengan apa yang ingin disampaikan dalam buku ini. Bahwa, selama kita masih hidup, tidak ada alasan untuk terperangkap dan terbelenggu dalam ketakutan. Karena selama masih bernafas, kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, hidup lebih berani, dan hidup lebih berarti.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Hidup Lebih Berani dengan Memahami Kematian Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora