Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Semoga Kita Semua Mendapat Berkah dari para Kiai, Santri dan Ulama Nusantara.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Wednesday, 25 March 2015

Ngarit Mencari Rumput Menjadi Pekerjaan Pokok Warga Nglebak Kradenan Blora



Nglebak, Harianblora.Com – Selain bertani, bagi warga Dukuh Kalikangkung, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, ngarit atau mencari rumput adalah pekerjaan umum dan sudah wajar. Bahkan, ngarit dan bertani sudah menjadi pekerjaan pokok warga di desa tersebut.
 
Salah seorang warga Dukuh Kalikangkung Nglebak Kradenan Blora saat membawa rumputnya

Selain bertani dengan menanam padi, ketela, kacang tanah dan jagung, warga sekitar mengandalkan rojo koyo atau sapi sebagai ternak yang juga membantu kehidupan mereka. Banyak ternak seperti sapi, kerbau dan kambing menjadi bisnis dan menghasilkan rupiah untuk bertahan hidup.

Lokasi desa yang jauh dari pusat kota, membuat warga di Dukuh Kalikangkung Desa Nglebak harus mau turun ke sawah dan menanam palawija. Mereka juga harus mau mencari rumput untuk makanan ternak.

Perangkat desa Nglebak, kamituwo Bambang, mengatakan bahwa warga di desanya memang rata-rata adalah petani. "Ya kebanyakan kalau gak betah di sini merantau di luar negeri," ujar dia.

Uniknya, dalam mencari rumput, mereka tidak menggunakan motor dan menggunakan karung. Sebab, mereka hidup di sekitar hutan dan hanya membawa arit dan tali untuk mencari rumput. Salah satunya adalah Mbah Samidi (63) yang sehari-hari mencari rumput untuk makanan sapinya.

Ia sudah beternak sapi sekitar 45 tahun lebih. “Tiap hari ya cari rumput untuk makanan sapi,” ujar dia kepada Harianblora.com tak lama ini.

Bagi yang memiliki sawah, bertani adalah pekerjaan utama. “Kalau gak punya sawah yang ternak sapi sudah jadi pekerjaan pokok,” ujar dia.

Selain kuat, karena ia mengangkat rumput yang ditali tersebut di atas kepala, ia juga tidak pernah naik sepeda dalam mencari rumput. “Sudah biasa dan tidak pegel,” katanya.

Tidak hanya rumput, Samidi juga mengandalkan jerami, kacang dan pohon jagung atau teboh untuk makanan sapi-sapinya.

Meskipun hidup serba susah, namun Samidi tetap tegar dalam menjalani kehidupannya. Sehari-hari, selain mencari rumput untuk binatang ternaknya, ia juga mengolah sawah yang ditanami padi dan jagung.

Menurutnya, hampir semua warga di sana beternak sapi. “Sebagian besar petani, namun juga ada yang pedagang, guru dan kebanyakan pemudanya merantau di luar Jawa dan luar negeri,” tukas dia.

Susahnya mencari pekerjaan di desa tersebut, mengharuskan para pemudanya, baik kaum laki-laki dan perempuan harus banting setir dan memberanikan diri ke luar Jawa atau pun pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Ngarit Mencari Rumput Menjadi Pekerjaan Pokok Warga Nglebak Kradenan Blora Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora