Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Monday, 30 March 2015

Penyebaran ISIS di Blora Lewat Sekolah Harus Diwaspadai Guru



Blora, Harianblora.com – Isu dan berita terkait kelompok radikal seperti Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) ternyata bukan hanya isu, namun faktanya benar dan harus diwaspadai masyarakat. Tak hanya di Solo, namun penyebaran ISIS di Blora lewat sekolah harus diwaspadai guru dan segenap elemen pendidikan. Hal itu disampaikan Ahmad Muslih, Ketua Lembaga Pusat Penelitian Pendidikan (LP3) Jawa Tengah, Senin (30/3/2015).


Menurut dia, saat ini penyebaran ISIS sudah masuk ke lingkup pendidikan. “Selain melalui buku-buku materi pembelajaran, ISIS kini juga disebar dan disuruh mendoktrin para guru,” beber dia.

Tak hanya itu, penyebaran ISIS juga menargetkan anak-anak sebagai sasarannya. “Sekolah di Blora yang pelosok seperti Kradenan, di wilayah Randublatung, termasuk juga Todanan harus tetap waspada penyebaran ISIS,” tandas Muslih.

Penyebaran ISIS, saat ini tak hanya melaui situs-situs yang mengatasnamakan Islam dan melalui jejaring sosial. Namun juga sudah memasuki dunia pendidikan, baik melalui buku pelajaran maupun sosialiasi dan merekrut guru-guru.

Seperti kita ketahui, di Jawa Tengah sendiri, menurut Badan Nasional Penanggulangan Teroris  atau BNPT, daerah yang rawan penyebaran ISIS adalah Solo. “Akan tetapi menurut penelitian dan data kami, yang paling rawan justru daerah perbatasan, termasuk Blora, Cilacap dan juga Solo, Klaten dan juga Banyumas,” beber pemerhati pendidikan tersebut.

Beberapa waktu lalu, kata Muslih, Kepala BNPT Ansyaad Mbai kan menyebut beberapa daerah yang patut diwaspadai yang rentan penyebaran ideologi kelompok ISIS. “Lima daerah tersebut meliputi Bima Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Sulawesi, Bekasi Jawa Barat, Ciputat Tangerang Selatan dan Solo Jawa Tengah. Padahal Blora dan Brebes itu justru paling rentan daripada Solo,” beber dia.

Tidak hanya guru, kata Muslih, pemerintah, dinas pendidikan, UPTD pendidikan, ormas seperti NU, Muhammadiyah dan juga kampus-kampus juga harus waspada. “Paling penting bagi kami adalah guru dan orang tua. Kalau gurunya pandai memfilter kelompok-kelompok yang datang ke sekolah untuk sosialisasi, maka harus ditolak,” tukasnya.

Dari catatan kami sampai Maret 2015 ini, katanya, sudah ada laporan masuk sebanyak 19 laporan sekolah soal ISIS.
Kalau tidak dihentikan, lanjutnya, pasti penyebaran ISIS semakin merajalela. “ISIS kan jelas aliran dan kelompok garis keras, maka sekolah dan anak-anak kita harus diselamatkan,” harapnya. (Red-Harianblora.com34/Foto: Kompas).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Penyebaran ISIS di Blora Lewat Sekolah Harus Diwaspadai Guru Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora