Lokal

Harian Blora Mengucapkan di Tahun Politik 2018-2019 ini mari kita jaga perdamaian di Blora .

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 15 March 2015

Demam Batu Akik di Blora Pati Grobogan Masih Menggejala



Blora, Harianblora.com – Demam batu akik di Blora, Pati, Grobogan masih menggejala. Tak hanya tiga kabupaten tersebut, namun kabupaten lain seperti Kudus, Rembang, bahkan kota besar seperti Kota Semarang juga masih demam batu akik. Seperti diketahui, demam batu akik di wilayah Pantura, terutama di wilayah karesidenan Pati termasuk Blora akhir-akhir ini masih menggejala.

Mulai dari anak kecil, penjual makanan, pejabat, anggota DPR, guru hingga orang yang tidak tahu pun menjadi ikut-ikutan membeli dan tertartik dengan batu akik atau masyarakat juga menyebutnya batu mulia tersebut.

Hal itu diakui Faizatun Nikmah (32) salah satu kolektor batu akik di Kabupaten Blora. Meskipun perempuan, ibu dari dua anak tersebut mengakui bahwa batu akik saat ini lebih menarik daripada emas dan permata. “Mungkin karena pengaruh pasar dan media massa, jadi ya demam batu akik di Blora masih ramai,” tutur dia kepada Harianblora.com, Minggu (15/3/2015) pagi.

Sampai saat ini, Faizah, sapaannya, sudah mengoleksi sekitar 15 batu akik dari berbagai jenis. Mulai dari badar besi, delima, bacan dan yang terbaru adalah jalasutra yang katanya ia dapatkan dari Pati. “Kemarin barusan saya dapat jenis jalasutra dari Pati,” beber perempuan tersebut.

Saya juga heran, lanjut ibu rumah tangga tersebut, tiap kali buka facebook kok masih ada yang menggegerkan batu akik. “Padahal yang beli harga mahal ya orang-orang tertentu, karena kalau gak cinta batu akik beneran, belinya ya sekitar di bawah Rp 500.000 an,” tukas dia.

Terpisah, M Yasin (34) warga Godong, Grobogan, kepada Harianblora.com juga menyatakan bahwa di Grobogan, terutama di Godong juga masih ramai membicarakan batu akik. “Memang aneh, kemarin-kemarin itu ribut soal burung kicau, sekarang gantian batu akik,” jelas dia.

Yang berkah, kata Yasin, ya para perajin batu akik. “Kalau saya sih cuma punya 3, itu saja yang harganya murah,” tandas dia sambil menunjukkan batu akik yang ia kenakan.

Salah satu kolekter batu akik dari Pati, Zaenal Muhtar (27), mengatakan jika demam batu akik sudah menggejala di Pati sejak 6 bulan yang lalu. “Wah, setauku kalau di Pati sudah geger sejak 6 bulan yang lalu,” tuturnya kepada Harianblora.com lewat telepon.

Saat dihubungi Harianblora.com, ia mengaku bahwa daerah yang ramai tidak hanya di sekitar Pati Kota, Jakenan, Batangan, Kayen, Runting, Wedarijaksa, namun daerah Tayu, Dukuhseti, Cluwak juga ramai. “Setau saya hampir semua penjuru Pati geger batu akik, bahkan di Gembong yang agak pelosok juga ramai batu akik,” tukas pria yang mengoleksi 43 batu akik tersebut.

Ia memprediksi, demam batu akik di wilayah karesidenan Pati akan lama jika masih ada momen pameran atau lomba. “Kemarin Kabupaten Pati sudah menggelar event batu akik yang juga didukung Bapak Haryanto Bupati Pati, saya harap di wilayah Jawa Tengah juga turut meramaikannya,” pungkas dia. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com/Foto: Faizah/HB).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Demam Batu Akik di Blora Pati Grobogan Masih Menggejala Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora