Lokal

Harian Blora Mengucapkan di Tahun Politik 2018-2019 ini mari kita jaga perdamaian di Blora .

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 6 March 2015

Pendidikan Kewirausahaan bagi Pemuda untuk Menuju Indonesia Mandiri



Oleh Takdir Lela
Penulis adalah Wasekum PU Badko HMI Jateng D.I.Yogyakarta,Lulusan S1 S.H.I IAIN Surakarta

Wirausaha atau enterpreunership bagi sebagian orang menganggapnya sebagai suatu pekerjaan yang kurang menarik. Berbagai alasan diungkapkan mengapa pekerjaan sebagai seorang wirausaha sangat tidak diminati, dari hambatan modal, tempat, ataupun jenis usaha yang harus dibangun dari nol. Sehingga masyarakat tidak begitu tertarik dengan dunia wirausaha dan lebih memilih untuk menjadi seorang pegawai swasta ataupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sampai menjadi ajang perlombaan ribuan orang untuk menempati suatu jabatan sebagai PNS yang notabenenya memiliki gaji tetap. Namun apakah hanya dengan menjadi seorang pegawai suatu instansi dapat menjadikan Indonesia lebih maju dan mandiri? Sedangkan tingkat pencari kerja di Indonesia lebih tinggi dibanding dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.

Namun isu tentang ketidaktertarikan masyarakat dengan dunia wirausaha mulai luntur dan jarang kita dengar saat ini. Berbagai usaha kecil yang didirikan perseorangan atau kelompok mulai banyak dibentuk, dan sebagian besar peminatnya adalah pemuda. Fenomena tersebut dapat kita lihat secara langsung, dimulai dari gadget yang kita miliki. Saat kita membuka social media, pasti terdapat toko – toko yang menawarkan barang/jasa secara online atau lebih tren dikenal dengan sebutan online-shop. Kemudian menjamurnya kafe atau tempat makan yang menjajakan makanan dan minuman yang dikemas dengan inovatif dan kreatif yang sebagian besar di, prakarsai oleh kalangan pemuda. Hal ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap wirausaha meningkat terutama minat para pemuda.

Data hasil survei oleh Badan Statistik Pusat (BPS) pada Februari 2014 menunjukkan bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia mencapai 44,20 juta orang dari 118,17 juta penduduk Indonesia yang bekerja, dibandingkan data pada Februari 2013 yang hanya mencapai 44,01 juta penduduk (Republika, 2014). Dari data tersebut tergambarkan bahwa memang jumlah wirausahawan meningkat, namun sebagian besar hanya bermodalkan nekat dan uang modal tanpa didasari adanya pengetahuan tentang berbisnis atau berwirausaha. Sehingga banyak para kalangan muda yang awalnya bersemangat membangun usaha, namun setelah mendapat masalah dalam menjalankan usahanya, mereka cenderung putus semangat dan berhenti.

Selain permasalahan modal yang sering dielu – elukan oleh masyarakat dalam membangun wirausaha, kurangnya pengetahuan wirausahawan muda tentang pemahaman usaha, tempat usaha, strategi pemasaran, bahkan kurangnya kehandalan dalam mengelola administrasi keuangan serta pengendalian modal & kredit sering menjadi faktor kegagalan sesorang dalam berwirausaha. Semangat untuk menjadi pemuda mandiri namun tidak disertai pemahaman yang baik tentang dunia usaha menjadi kelemahan Indonesia dalam menciptakan negeri yang mandiri dan kreatif.

Peran Dunia Pendidikan bagi dunia Kewirausahaan
Pada UU no. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS dan PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah memberikan banyak ruang bagi lembaga – lembaga pendidikan utuk membuat dan mengelola kurikulumnya sesuai dengan potensi lingkungan yang dimiliki.

Kesempatan yang diberikan ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih terarah dan terampil. Seperti yang telah dilakukan oleh hampir semua perguruan tinggi di Indonesia yang telah memasukkan mata kuliah kewirausahaan ke dalam kurikulum sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing dan dapat memulai lahan usaha mandiri dengan memiliki pengatahuan, pengalamanan, keterampilan untuk mengembangkan minatnya ke dalam bentuk sebuah bisnis. Dengan adanya kurikulum kewirausahaan tersebut juga banyak menambah motivasi para mahasiswa untuk menjadikan wirausahawan sebagai karir yang menjanjikan.

Selain pendidikan kewirausahaan yang telah diberikan oleh lembaga pendidikan, juga berbagai program  telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam mengembangkan minat pelajar dalam berwirausaha seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), atau program Wirausaha Pemuda yang dicanangkan oleh Dinas kepemudaan dan Keolahragaan. Berbagai usahayang telah pemerintah lakukan tersebut dimaksudkan untuk menggali motivasi pemuda dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang kreatif dan mandiri. Namun semua itu tidak akan bernilai baik jika masih banyak pengangguran dikalangan pemuda.

Meski sekarang banyak pemuda yang berminat dalam berwirausaha, selain pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki, masih banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan minat wirausaha para pemuda. Salah satunya masalah klasik dalam mendirikan usaha baru adalah terkendalanya modal usaha. Berbagai instansi pemerintah kebanyakan hanya menyediakan bekal pengalaman dan pengetahuan, namun belum mampu menyediakan lahan penyediaan modal yang mudah didapatkan bagi para wirausaha.Para wirausahawan pemula juga butuh pendampingan dalam mengembangkan usahanya. Seperti halnya pendampingan dalam bentuk konseling sangat diperlukan bagi para pemula untuk mendapatkan arahan dalam menjalankan bisnisnya.

Selain pendidikan wirausaha, program pendampingan usaha / konseling bagi pemuda diharapkan dapat menjadi salah satu terobosan baru sebagai pendorong bagi para pemuda untuk terus berkarya menghasilkan lapangan pekerjaan yang inovatif dan mandiri. Sehingga tujuan Indonesia mandiri dapat terwujud..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pendidikan Kewirausahaan bagi Pemuda untuk Menuju Indonesia Mandiri Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora