Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Wednesday, 28 January 2015

Aktivis Kabupaten Blora Tak Setuju Ujian Nasional Online



Blora, Harianblora.com – Aktivis Kabupaten Blora tak setuju Ujian Nasional (UN) online. Wacana yang dikeluarkan Kemendikbud ini masih menuai kontroversi, terutama di kalangan pemerhati, pegiat dan aktivis yang peduli pendidikan di Kabupaten Blora.

UN mulai tahun 2015 tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Akan tetapi, wacana UN online menjadi polemik sendiri bagi kabupaten/kota yang belum siap 100 persen. Apalagi di daerah tertinggal yang masih jauh dari peradaban.

Ketua Umum PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Blora, Ammalia Choiyriyati Machmud kurang setuju atas wacana tersebut. “UN manual saja sudah repot, banyak masalah dan banyak kecurangan apalagi online,” jelasnya, Rabu (28/1/2015) malam.

Sekolah-sekolah di negeri kita tidak bisa dipukul rata, ujarnya, dari segi fasilitas saja pasti banyak yang tidak sebanding antara sekolah 1 dengan yang lain. “Kalau sekolah elite mungkin ya komputer banyak, jaringan internet memadai, SDM sepadan, mungkin juga listrik didukung genset,” tandas aktivis muda tersebut.

Ia juga meragukan sekolah yang komputernya terbatas. “La kalau sekolah yang komputernya terbatas? Bahkan internet belum terpasang, SDM juga kurang mendukung, kan tidak lucu apabila tiba-tiba sedang mengerjakan UN tiba-tiba listrik padam,” terangnya. Kecuali kalau pihak penyelenggara UN, katanya, sudah ada kesepakatan dengan PLN untuk tidak matikan listrik.

Senada dengan hal itu, Jayanti Yudha Pertiwi, lulusan PGSD Unnes yang kini menjadi guru di Blora juga kurang setuju dengan pelaksanaan UN online. “Kalau aku tak setuju bila pemerintah belum siap akan sarana prasarananya, dan menurutku untuk sarprasnya sendiri menyeluruh tentu butuh proses lama,” katanya kepada Harianblora.com.

Melihat tes CPNS kmrn berjalan dengan baik, katanya, tidak berlama-lama waktu untuk melingkari jawaban dengan pensil. “Tapi ya itu kelemahannya jika daerah belum siap kasihan muridnya,” tukas aktivis PMI Bogorejo Blora tersebut.

Seperti tes CPNS tahun 2014 dengan sistem CAT baru terlaksana di karesidenan masing, lanjutnya, itu saja dengan jumlah peserta yang tidak ada apa-apanya dengan jumlah murid SD seluruh kota,” ujar dia.
Syamsul Arifin salah seorang aktibis Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Cabang Blora juga tidak setuju jika UN berlangsung dengan sistem online. “Saya tidak setuju, kalau memang sudah siap, silahkan saja. Tapi kalau belum, jangan dipaksakan,” papar sarjana pendidikan tersebut.

Lulusan FTIK UIN Walisongo Semarang ini juga mengakui, kesemrawutan UN saja masih terjadi, apalagi UN dilakukan dengan online. “Pasti lebih semrawut,” ujar dia. (Red-HB19/Foto: Kemendikbud).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Aktivis Kabupaten Blora Tak Setuju Ujian Nasional Online Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora