Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Saturday, 31 January 2015

Violita Sheila Zivana Penari asal Kota Atlas yang Ingin Menduniakan Tayub Blora



Violita Sheila Zivana adalah penari asal Kota Atlas yang ingin menduniakan Tayub Blora di kancah nasional bahkan internasional. Sebab, tari Tayub Blora seiring berjalannya waktu sudah semakin hilang, mungkin salah satu penyebabnya karena pandangan negatif dari masyarakat terhadap Tari Tayub ini. Banyak masyarakat Blora mulai tak peduli lagi terharap budaya ini. Apalagi, mulai munculnya stigma negatif bahkan sampai jarangnya para penanggap budaya tersebut.

Violita Sheila Zivana
“Tari Tayub dipandang negatif karena selalu diiringi dengan minum-minuman keras dan adanya perselisihan antara pria yang diajak menari oleh sang penari atau biasa yang disebut ledhek,” ujar Sheila, penari yang lahir pada 1 Mei 1995 tersebut.

Penari yang akrab disapa Sheila ini saat ini tercatat sebagai mahasiswi Unnes. Menurutnya, Tari Tayub harus dikembalikan ke khittahnya. Meskipun ia bukan asli Blora, namun ia interes terhadap kesenian tradisional asli Blora tersebut.

Sebenarnya permasalahan ini menurut saya berawal dari pemikiran masing-masing individu. Tari Tayub seharusnya tetap dilestarikan karena merupakan salah satu tradisi budaya dimiliki Jawa Tengah khususnya Blora,” beber perempuan yang kini tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 11 Rt/Rw 004 Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang.

Berharap Jadi Penari Internasional
Sheila, kini sering pentas di berbagai acara, baik di kampus maupun luar kampus. Riwayat pendidikan penari muda ini diawali di SDN Ungaran 01, 03, 06 dan SMP 1 Ungaran. Selanjutnya, Sheila melanjutkan pendidikannya ke SMA 1 Ungaran, dan saat ini ia sedang menempuh kuliah di PGSD Unnes.

Sejak kecil, perempuan cantik ini sudah menggeluti dunia modelling dan tari. Ia juga pernah mendapat juara 2 Tari Merak berpasangan saa kecil. Tahun 2003 ia Juara Harapan 1 Putri Kartini  dan 2004 ia mendapat Juara 2 Putri Kartini.  Tak hanya itu, Juara Harapan 1 Lomba Busana Muslim juga pernah ia dapatkan.  Sheila juga pernah mendapat Juara 3 Mayoret Terbaik. Menginjak di SMP, ia pernah aktif di pramuka dan pernah mengikuti Thailand Internasional Camporee 2008 mewakili Indonesia.

Saat Sheila di SMA, ia menggeluti bidang Paskibra dan sudah mengikuti lomba di beberapa tempat. Ia pernah tercatat sebagai Juara 2 Tingkat Kabupaten Semarang, Juara 1 Variasi Formasi, dan pernah menjadi Juara Disiplin di SMA 1 Semarang. Dan di tahun 2014 kemarin, Sheila yang cantik ini menjadi Juara Umum dan Unggulan mewakili Provinsi Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada tahun 2014.

Di kampusnya, ia mewakili PGSD dalam acara Porsajur dan meraih Juara 1. Saat ini, ia aktif di sanggar tari Greget sejak awal perkuliahan dan langsung mewakili jateng di TMII dan mendapat juara umum dan unggulan.

Peduli Tayub Blora
Meskipun berdarah Semarang, penari cantik ini sangat peduli dengan Tayub Blora. “Kita seharusnya, memutar pemikiran kita dari Tari Tayub yang hanya memiliki nilai negatif menjadi Tari Tayub yang memiliki banyak nilai positif,” harapnya, Jumat (30/1/2015).
Sheila dan teman-teman penari
Kepada Harianblora.com, Sheila siap menduniakan Tayub Blora. “Kita harus menjadikan Tari Tayub sebagai bentuk dari hiburan yang memiliki nilai-nilai seni edukatif. Kita harus mulai menghilangkan kebiasaan buruk yang mengiringi setiap ada Tarian Tayub seperti minum-minuman,” jelas dara tersebut.

Nilai-nilai seni dalam Tari Tayub ini, katanya, adalah kegiatan yang positif. “Di dalam Tari Tayub ini, ada bagian si penari mengajak pria untuk menari dengan mengalungkan slendang atau sampur. Nah, dalam adegan ini, diharapkan para pria menari dengan mengontrol emosinya dan tetap menari yang wajar agar tidak terjadi perselisihan,” harapnya.

Tari Tayub memang harus dilestarikan, lanjut dia, karena keberadaannya kini sudah diambang tebing. “Melestarikannya mulai dari lingkungan terdekat. Jika ada tawaran menari untk mengisi acara, mungkin Tari Tayub ini bisa dicoba,” tukasnya.

Selama ini, Sheila sudah mempraktikkan dan menggeluti beberapa seni. “Yang pernah saya lakukan mulai dari Tari Denok, Sekar Melati, Semarangan dan sebagainya,” tandasnya. Ia dan teman-temannya juga membuat tari sendiri. “Tari Kriya yaitu karya Sanggar Greget dan sebagainya,” pungkasnya. Sedangkan Tari Sekar Melati adalah karya yang diciptakannya bersama teman-temannya. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com/Foto: Sheila).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Violita Sheila Zivana Penari asal Kota Atlas yang Ingin Menduniakan Tayub Blora Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora