Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga Kita Semua Mendapat Berkah Qurban.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Tuesday, 6 January 2015

Kisah Tommy Sutomo Pengusaha Sukses Blora dengan Penghasilan 500 Juta Perbulan



Tommy Sutomo. Pria kelahiran Kabupaten Blora ini memiliki kisah yang berliku. Kisah Tommy Sutomo pengusaha sukses Blora dengan penghasilan 500 juta perbulan ini disuguhkan bagi warga Blora untuk berbagai inspirasi, khususnya bagi sedulur Blora. Menjadi orang sukses, memang tak mudah, begitu juga tak terlalu sulit jika ada usaha keras.


Sejak Tommy kecil, ia sudah mandiri dan pekerja keras. Anak keempat dari tujuh bersaudara ini sudah terbiasa hidup susah dan prihatin. Gaji ayahnya sebagai PNS di Blora selalu tak sisa untuk membiayai sekolah keluarganya. Meskipun demikian, orang tua Tommy ingin  menyekolahkan anak-anaknya sampai sarjana.

Saat kecil, Tommy dan saudara-saudaranya saat sekolah hanya punya sepasang seragam dan sepatu untuk sekolah. Tommy mengaku, ia sudah biasa makan “tiwul” karena tidak ada uang untuk membeli beras, bahkan lauk yang hebat adalah telur ceplok yang harus dibagi dengan keempat saudaranya. Tommy memang nakal, namun ia sejak SD sampai SMA selalu mendapat rangking 1. Maka tak heran jika ia diterima di Universitas Diponegoro karena ia pintar.

Saat kuliah di Undip Semarang, pria kelahiran Blora ini berjulan gorengan untuk kebutuhan hidupnya di Kota Atlas tersebut. “Saya membeli sendiri tahu dan pisang ke pasar, membuat bumbu dan jualan gorengan di dekat kampus,” kata Tommy sembari mengenal masa lalunya. Selain itu, Tommy juga membuka jasa menerjemahkan skripsi bahasa Inggris di kalangan mahasiswa.

Pekerjaan serabutan sudah dijalani Tommy Sutomo sejak kuliah di Semarang. Namun ia merasa terjun ke dunia kerja sesungguhnya saat ia lulus jadi sarjana sekitar tahun 1990. Ia memulai kariernya sebagai tenaga penjual Grup Astra International. Target utamanya yaitu menjual mobil Daihatsu dalam jumlah yang banyak. “Orang miskin dari kampung kok disuruh jualan mobil,” katanya sembari tertawa.

Tommy bosan menjadi penjual mobil, ia akhirnya nekat membuat usaha pribadi. Sudah berkali-kali gagal, ia akhirnya serius di dunia bisnis komoditas atau sering disebut barang dagangan utama atau benda niaga. Ia aktif memasok rempah-rempah ke beberapa perusahaan di dalam negeri.

Bosan jadi pegawai
Sarjana sastra lulusan Universitas Diponegoro ini memang pria yang pantang menyerah. Saat bisnis menjaul mobil, ia pernah mendapat pesanan 50 movil dari institusi pemerintah. Tommy yang terkenal rajin, dalam waktu 5 tahun ia diangkat bosnya menjadi supervisor. Setelah beberapa waktu kemudian, ia ditunjuk kembali menjadi kepala Cabang Astra International di Jogyakarta. Luar biasa.

Bosan jadi pegawai, bawahan orang, dan setelah 12 tahun jadi penjual mobil, sejak 2003 ia mengundurkan diri dan justru mendirikan usaha jual-beli mobil. Namun nasib tidak seperti jalan yang lurus, tak lama ia mendirikan usaha itu, ia tertipu puluhan juta rupiah.

Tommy gulung tikar dan beralih bisnis tanaman hias. Ia membeli bunga yang sedang booming saat itu, yaitu jenis anturium dengan sedikit modal, kurang lebih Rp 1 juta. Tommy membeli 1.000 anakan gelombang cinta. Karena cerdas mencari peluang, pria kelahiran Blora ini menjual buang tersebut Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per unit. Ia untung lumayan besar dari bisnis tanaman hias tersebut.

Dikarenakan untung besar, ia pun kemudian konsen di usaha sektor agribisnis. Tommy tertarik usaha jarak pagar untuk biodiesel. Namun karena miskin pengalaman di usaha tersebut, ia malah rugi sampai Rp 400 juta. Akibat kerugian tersebut, Tommy harus menjual rumahnya untuk menutupi kerugian.

Setelah bangkrut, ia kebingungan mau kerja apa lagi. Namun kakaknya yang bekerja di Telkom menawarkan posisi staf pengajar di PT Telkom, Bandung. Tommy justru menjadi pengajar para pensiunan dini Telkom mengelola uang dan menjadi pengusaha selama kurang lebih 6 bulan.

Saat itu juga, sekitar tahun 2007, ia mulai bisnis teh bunga Rosela. Tommy memberi modal para petani di Semarang untuk menanam bunga Rosela dan menjualnya lewat online. Tommy menyatakan kualitas hasil panennya lebih bagus dan permintaan ekspor terus bertambah.

Akan tetapi, nasib baik tak selalu menimpanya. Sarjana lulusan Undip Semarang ini juga pernah rugi saat bisnis markisa. Pasalnya, ia pernah mendapat pesanan dari Amerika, ia sudah menyiapkan lahan dan menanam markisa. Namun saat panen dan siap dikirim, pembeli asal Amerika tersebut justru membatalkan kontrak. Ia rugi sampai Rp 200 juta dan terpaksa mengirim buah tersebut ke Makassar untuk bahan sirup.

Go Internasional
Kemudian, pria kelahiran Blora ini memanfaatkan lahan bekas markisa tersebut denan tanaman jahe, rempah-rempah untuk melayani pesanan dari Eropa juga dalam negeri. Hebatnya, perbulan totoalnya bisa menjual 1.000 ton. Tidak hanya dari kebun sendiri, Tommy juga memberdayakan petani di Blora, Temanggung, Pekalongan dan Jogyakarta. Jika ditotal, luas lahannya sekitar 700 hektar.

Tommy kini sangat sukses. Ia selain memiliki lahan untuk rempah-rempah dan jahe, Tommy juga mempunyai 6.000 meter persegi lahan ditanami kelapa. Hasilnya berupa kopra ia kirim ke Surabaya, Perbulan, Tommy  bisa memasok hingga 20 ton kopra.

Sebagai pekerja keras, Tommy berprinsip bahwa sukses akan menjemput kita jika kita bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Tommy yang juga pemilik PT Semesta Alam Petro ini sangat berpengalaman dalam dunia prihatin, namun berkat keuletannya itu lah, ia kini menikmati hasil jerih payahnya.

Tommy kini menjadi orang sukses. Ia menjadi pemasok berbagai produk rempah-rempah ke sejumlah perusahaan obat dan makanan minuman, seperti Grup Orang Tua, PT Sido Muncul dan Grup Mustika Ratu. Perusahaan besar seperti mereka secara rutin membeli rempah dari Tommy.

Tak heran, jika penghasilannya perbulan mencapai Rp 500 juta, karena ia mengekspor ke beberapa negara dengan jangkauan pasar yang amat besar tersebut. Tommy adalah salah satu contoh orang inspiratif dari Blora yang kini sudah mendunia. Pantas kita jadikan motivasi untuk menjadikan kita orang yang gigih, ulet dan sukses pula. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com).

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kisah Tommy Sutomo Pengusaha Sukses Blora dengan Penghasilan 500 Juta Perbulan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora