Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Wednesday, 21 January 2015

Semburan Lumpur Nglobo Mengeluarkan Minyak Mentah, 15 Linmas Disiagakan

Nglobo, Harianblora.com - Semburan lumpur di Nglobo, Jiken, Blora mengeluarkan minyak mentah, 15 Linmas disiagakan. Belasan anggota Perlindungan Masyarakat atau Linmas tersebut disiagakan dalam rangka untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk atas musibah tersebut.

Dari pantauan Harianblora.com, kini kondisi semburan masih belum berhenti total. Bahkan, dari 44 titik semburan tersebut, ada beberapa titik semburan yang justru mengeluarkan minyak mentah. Warga setempat biasa menyebutnya kondensat.

Kondisi di lokasi hingga Selasa (20/2/2015) sore, semburan belum juga reda. Intensitasnya masih sama seperti pekan lalu. Namun karena sebagian sudah ditutup, lumpur yang keluar tidak terlalu banyak, seperti halnya hari pertama semburan pada Desember 2014 lalu.

Meskipun pihak Pertamina belum bisa memastikan penyebab semburan lumpur tersebut, warga setempat menuding semburan terjadi akibat kesalahan pengeboran sumur minyak. Sampai Rabu (21/1/2015), pihak Pertamina belum memastikan kepastikan penyebab semburan, pasalnya mereka masih melakukan penyelidikan.


Semburan yang kini mengeluarkan minyak mentah tersebut menjadi berkah bagi warga setempat. Bahkan, mereka dalam waktu beberapa hari terakhir ini nekat mencuri kesempatan untuk mendapatkan minyak mentah tersebut. Mereka, sebagian ada yang menjual minyak mentah tersebut kepada para pengepul dengan harga sekitar Rp 2.500 per liternya.

Atas kondisi tersebut, sejak Selasa (20/1/2015), Pertamina telah mengerahkan 15 orang anggota Linmas Desa Nglobo, Kecamatan Jiken untuk menjaga lokasi semburan selama 24 jam di beberapa titik. Selain melakukan pencegahan agar warga tidak nekat mengambil minyak mentah, mereka juga bertugas mengamankan kawasan terdampak semburan. Pasalnya, dikhawatirkan jika ada yang merokok sembarangan, hal itu bisa menimbulkan kebakaran besar.

Suwito salah satu anggota Linmas Desa Nglobo mengatakan ia harus bersitegang dengan warga yang ingin mengambil minyak mentah tersebut. Padahal para warga tersebut adalah tetangganya sendiri. Pihaknya mengaku, jika ada warga setempat diingatkan tak menggubris, Pertamina menginstruksikan identitas pengambil minyak mentah langsung dicatat saja.

Dalam bertugas, para Linmas Desa Nglobo menjaga lokasi semburan dengan cara bergantian. Di siang hari, ada 11 orang yang menjaga lokasi tersebut. Sedangkan di lama hari, hanya ada 4 petugas yang menjaganya. Saat siang hari justru lebih diperketat, pasalnya biasanya banyak pengunjung yang datang ke lokasi terebut.


Para Linmas tersebut mendapat gaji dari Pertamina, perharinya menurut pengakuan Samadi mendapat uang Rp 75 ribu. Mereka menjalankan tugas tersebut sejak awal Januari 2015. Meskipun gaji tersebut dinilai Samadi lumayan, namun risiko berdekatan dengan semburan juga sangat berbahaya. (Red-HB34/Foto: Harianblora.com).

Blora – Semburan lumpur dan gas di desa Nglobo Kec. Jiken Kab. Blora, mulai mengeluarkan minyak mentah. Belasan anggota Perlindungan Masyarakat atau Linmas disiagakan, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Dari 44 titik semburan, sejumlah titik mengeluarkan minyak mentah. Warga setempat biasa menyebutnya kondensat.
Minyak mentah ini mengalir ke selokan, kemudian menuju sungai di sebelah barat kampung. Beberapa hari terakhir, warga nekat mencuri curi kesempatan, demi mendapatkan minyak mentah. Selanjutnya minyak mentah dijual kepada pengepul, seharga Rp 2.500 per liter.
Pertamina mengerahkan 15 orang anggota Linmas desa Nglobo, untuk menjaga lokasi semburan selama 24 jam. Mereka bertugas mengamankan kawasan terdampak semburan, termasuk mencegah jangan sampai ada warga mengambil minyak mentah. Dikhawatirkan kalau merokok, bisa menimbulkan kebakaran besar.
Salah satu anggota Linmas desa Nglobo, Suwito mengaku beberapa kali harus bersitegang dengan tetangganya sendiri. Kalau diingatkan tak menggubris, Pertamina menginstruksikan identitas pengambil minyak mentah langsung dicatat saja.
Linmas desa Nglobo bergantian menjaga lokasi semburan. Pada siang hari, sebanyak 11 orang, sedangkan malam hanya 4 orang. Saat siang lebih diperketat, karena biasanya banyak pengunjung. Anggota Linmas dibayar oleh Pertamina, sehari menerima upah Rp 75 ribu. Mereka menekuni rutinitas baru tersebut, sejak tanggal 01 Januari 2015 lalu.
Samadi, anggota Linmas menganggap meski tergolong lumayan, namun resiko tetap mengintai. Ia mencontohkan bau gas sangat menyengat, bisa mengganggu kesehatan. Kalau terus terusan memakai masker penutup hidung, Samadi tidak betah.
Hingga Selasa sore (20 Januari 2015), kondisi semburan belum juga mereda. Intensitasnya masih sama seperti pekan lalu. Namun karena sebagian sudah ditutup, limpasan lumpur tak terlalu banyak, seperti halnya hari pertama semburan, 26 Desember 2014 silam.
Warga setempat menuding semburan terjadi, karena kesalahan pengeboran sumur minyak. Pertamina belum memastikan, karena masih melakukan penyelidikan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
- See more at: http://radior2b.com/2015/01/20/belasan-linmas-dikerahkan-sering-bersitegang-dengan-tetangga/#sthash.3PEJ27fl.dpuf

Blora – Semburan lumpur dan gas di desa Nglobo Kec. Jiken Kab. Blora, mulai mengeluarkan minyak mentah. Belasan anggota Perlindungan Masyarakat atau Linmas disiagakan, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Dari 44 titik semburan, sejumlah titik mengeluarkan minyak mentah. Warga setempat biasa menyebutnya kondensat.
Minyak mentah ini mengalir ke selokan, kemudian menuju sungai di sebelah barat kampung. Beberapa hari terakhir, warga nekat mencuri curi kesempatan, demi mendapatkan minyak mentah. Selanjutnya minyak mentah dijual kepada pengepul, seharga Rp 2.500 per liter.
Pertamina mengerahkan 15 orang anggota Linmas desa Nglobo, untuk menjaga lokasi semburan selama 24 jam. Mereka bertugas mengamankan kawasan terdampak semburan, termasuk mencegah jangan sampai ada warga mengambil minyak mentah. Dikhawatirkan kalau merokok, bisa menimbulkan kebakaran besar.
Salah satu anggota Linmas desa Nglobo, Suwito mengaku beberapa kali harus bersitegang dengan tetangganya sendiri. Kalau diingatkan tak menggubris, Pertamina menginstruksikan identitas pengambil minyak mentah langsung dicatat saja.
Linmas desa Nglobo bergantian menjaga lokasi semburan. Pada siang hari, sebanyak 11 orang, sedangkan malam hanya 4 orang. Saat siang lebih diperketat, karena biasanya banyak pengunjung. Anggota Linmas dibayar oleh Pertamina, sehari menerima upah Rp 75 ribu. Mereka menekuni rutinitas baru tersebut, sejak tanggal 01 Januari 2015 lalu.
Samadi, anggota Linmas menganggap meski tergolong lumayan, namun resiko tetap mengintai. Ia mencontohkan bau gas sangat menyengat, bisa mengganggu kesehatan. Kalau terus terusan memakai masker penutup hidung, Samadi tidak betah.
Hingga Selasa sore (20 Januari 2015), kondisi semburan belum juga mereda. Intensitasnya masih sama seperti pekan lalu. Namun karena sebagian sudah ditutup, limpasan lumpur tak terlalu banyak, seperti halnya hari pertama semburan, 26 Desember 2014 silam.
Warga setempat menuding semburan terjadi, karena kesalahan pengeboran sumur minyak. Pertamina belum memastikan, karena masih melakukan penyelidikan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
- See more at: http://radior2b.com/2015/01/20/belasan-linmas-dikerahkan-sering-bersitegang-dengan-tetangga/#sthash.3PEJ27fl.dpuf
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Semburan Lumpur Nglobo Mengeluarkan Minyak Mentah, 15 Linmas Disiagakan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora