Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Thursday, 15 January 2015

Makna Sego Bujeng Khas Blora

Blora, Harianblora.com - Makna Sego Bujeng khas Blora sebenarnya sangat beragam. Sego buceng atau nasi yang dibentuk pencu, merupakan nasi yang digunakan untuk sesajen. Biasanya, tradisi ini digunakan untuk selamaten di sawah saat mau panen atau orang Blora sering menyebutnya "wiwit", juga saat selametan orang punya gawe, hajatan dan sebagainya.


Sego buceng, selain berbentuk pencu, ditengahnya juga diberi cabai dan bawang merah serta bawang purih. Ia juga dikasih telu. Tiap daerah, seperti Blora, Pati, Kudus, Jepara agak sedikit berbeda dalam membuat nasi buceng.

Bentuknya, sekilas seperti tumpeng. Namun, sego buceng biasanya memakai nasi putih, sedangkan tumpeng memakai nasi kuning.


Kalau tumpeng, biasanya digunakan untuk acara tasyakuran yang lengkap dengan lauk-pauk, ingkung juga ditaruh di atas tampah. Sedangkan sego buceng, biasanya dijadikan pelengkap dari sesajen.


Sego buceng, di Blora dibuat dengan beberapa struktur. Nasi putih, yaitu nasi yang dibentuk seperti gunung, kerucut yang lancip di atas. Hal itu melambangkan penghambaan manusia kepada Tuhan. Arti nasi putih juga dimaknai sebagai semua apa yang dimakan harus bersih, suci, putih dan halal.

Bentuk gunungan itu adalah lambang bahwa tidak ada kekuatan tertinggi kecuali kekuatan Tuhan. Jadi, sebenarnya makna sego buceng memiliki nilai ketuhanan dan penghambaan yang tinggi. (Red-HB18/Foto: Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Makna Sego Bujeng Khas Blora Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora