Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 2 January 2015

Tradisi Barzanji dan Hari Raya Maulud di Jawa

Blora, Harianblora.com - Tradisi Barzanji dan Hari Raya Maulud di Jawa sudah dilaksanakan sejak zaman dulu.

Sebagian besar orang Jawa, khususunya di Blora ketika memasuki bulan Rabi’ul Awal, bulan Maulid/Maulud atau orang Jawa sering menyebutnya bulan Mulud, umat Islam di Jawa selalu merayakan dengan tradisi barzanji atau barzanjen.

Di Blora, dan sekitarnya seperti Rembang, Pati, Demak, Kudus, Grobogan, Semarang dan sebagainya, saat bulan Maulud ramai-ramai menyongsong hari kelahiran pionir umat Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya rasa cinta saja, hal itu dilaksanakan dengan melakukan lantunan selawat dan puji-pujian atas Nabi Muahmmad di masjid dan musholla.

Abdul Muntholib, Ketua Jamaah Assiddiqiyah mengatakan tradisi barzanji adalah tradisi melantunkan selawat dan kitab al-barzanji pada saat bulan Maulud. "Semua itu dilakukan dalam rangka wujud cinta pada Nabi," ujar Ketua Takmir Musholla Nurul Falah tersebut.

"Biasanya masyarakat Jawa yang beragama Islam melakukannya dari tanggal 1 sampai 12 bulan Maulid," paparnya kepada Harianblora.com, Jumat (2/1/2015).

Malam ini, lanjutnya, adalah puncak pembacaan Barzanji sekaligus Hari Raya Maulud. Kalau pas malam puncak, katanya, yaitu tanggal 12 Maulud diperingati Hari Raya Maulud atau orang Jawa menyebutnya Bodo Mulud. "Di masjid-masjid atau Musholla, saat malam puncak itu membaca barzanji sekaligus membawa makanan berupa nasi dan sejenisnya untuk dimakan bersama-sama setelah pembacaan barzanji," terangnya.

Tidak hanya di Blora, ujarnya, tradisi barzanji juga dilakukan di Jawa dan luar Jawa. Hal itu dilakukan dengan tradisi agak berbeda namun intinya sama dengan spirit mencintai Nabi Muhammad SAW. Di Manyanggar Banua, Mapanretasi di Pagatan, Ba’ayun Mulud (Ma’ayun anak), lanjutnya, di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Juga Sekaten, di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, Gerebeg Mulud di Demak, Panjang Jimat di Kasultanan Cirebon, Mandi Barokah di Cikelet Garut, dan sebagainya.

Di Blora, Pati dan sekitarnya juga merayakan Hari Raya Maulud atau Bodo Mulud.
Tidak hanya itu, jutaan umat Islam juga merayakan kelahiran Nabi Muhammad dengan berbagai kegiatan, meliputi pengajian, seminar, diskusi Islam, juga tradisi Islam Jawa yang dilakukan sesuai tradisi adat tiap daerah. (Red-HB15/Foto: Harianblora.com).

Baca juga : Haul Mbah Brojo Seti Singo Barong Digelar 1 Januari 2015 sampai 5 Januari 2015
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Tradisi Barzanji dan Hari Raya Maulud di Jawa Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora