Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga Kita Semua Mendapat Berkah Qurban.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 11 January 2015

Bubur Merah Putih Khas Blora yang Kaya Makna dan Tentunya Gurih Menggoda Nafsu Makan

Blora, Harianblora.com - Kuliner Blora salah satunya yang unik adalah bubur merah putih khas Blora yang kaya makna dan tentunya gurih menggoda nafsu makan. Kuliner ini, biasanya dijumpai saat acara selametan, kondangan atau hajatan dalam berbagai acara. Seperti tingkeban, saat punya hajat nikahan, khitan dan sebagainya.

Dalam buku karya Wahyana Giri MC (2010) berjudul "Sajen & Ritual Orang Jawa" menyatakan bubur putih merupakan salah satu bentuk " ubo rampe" dalam budaya Jawa. Di dalam buku itu, dijelaskan bahwa bubur putih adalah salah satu jenis makanan yang terbuat dari beras dan diberi sedikit garam, sehingga rasanya agak asin.

Bubur putih ini, disajikan untuk penghormatan juga harapan seorang yang memiliki hajat agar mendapat restu dan keselamatan. Dalam mitologi Jawa, bubur putih dimaknai sebagai "bibit dari ayah" atau "sperma" darah putih. Sedangkan bubur abang atau bubur merah, adalah bubur yang terbuat dari beras dan saat membuatnya diberi gula Jawa sehingga warnanya merah kecolekat-cokelatan. Maknanya, adalah sebagai lambang bibir dari ibu atau "darah merah".

Bubur abang dan bubur putih, secara implisit memiliki makna sebagai lambang kehidupan manusia di dunia, yang awalnya tercipta dari ayah dan ibu. Karena itu, arti bubur merah dan putih ini sebagai wujud penghormatan kepada kedua orang tua, yaitu ayah dan ibu. Dalam tradisi Jawa khususnya ritual sesaji, dua bubur ini tak dapat dipisahkan.

Saat ini, dunia sudah modern, dua bubur ini tak hanya digunakan untuk sesaji atau selametan saja, namun juga digunakan sebagai kuliner khas Jawa, khususnya di Blora. Banyak masyarakat memanfaatnya sebagai pelengkap isi snack, untuk menjamu tamu dan sebagainya. Saat ini dua bubur itu juga sudah dijual di tempat-tempat kuliner. Jadi, penyakralan Jawa terhadap dua bubur ini sudah bergeser ke dunia kuliner. Nah, oleh karena itu, tentu saja hal itu tidak masalah, yang penting makna, tradisi, wisdom Blora harus tetap dilestarikan di tengah gempuran modernisasi seperti ini. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com/Foto: Harianblora.com). Baca juga: Nagasari Khas Blora Jadi Makanan Wajib Saat Selametan.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Bubur Merah Putih Khas Blora yang Kaya Makna dan Tentunya Gurih Menggoda Nafsu Makan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora