Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Wednesday, 15 April 2015

Cak Nun: Pusat Jawa Bukan Hanya Jogjakarta dan Solo Tapi Semarang

Cak Nun saat memberi ceramah, Selasa (14/4/2015) malam.
Semarang, Harianblora.com - Dalam agenda Dialog Budaya di Balaikota Semarang, Selasa (14/4/2015) malam, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun mengatakan pusat Jawa bukan hanya Jogjakarta dan Solo.

 "Nanti kita cari bersama-sama, Jawa yang kita maksud di sini dalam skala waktu yang mana? Soalnya, kalau kita ngomong Jawa, selama ini pusatnya kan Jogja dan Solo," kata dia di hadapan ribuan umat yang hadir dalam agenda yang digelar Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang tersebut.

"Terus Semarang, Surabaya, Jombang itu apakah pinggiran? Oke, itu kalau skala jarak. Padahal, Sunan Kalijaga itu aplikasi ajarannya di Semarang. Jadi, Semarang ini bisa lebih Jawa daripada Jogjakarta dan Solo," bebernya.

Setahu saya, kata Cak Nun, apakah orang Madura, Bali, itu tidak Jawa? "Itu harus kita teliti, dan tidak penting benar atau tidak," beber dia.


Apakah orang Melayu itu bukan orang Jawa? Tanya Cak Nun, lalu apakah yang Jawa itu Nuswantara? "Ini harus jelas dan diteliti pada skala waktu, tempat atau yang lain," jelas Cak Nun.

Menurut Emha Ainun Nadjib tersebut, ada empat kebudayaan dunia yang harus diteliti. "Yunani kuno, Mesir kuno, China kuno dan Jawa kuno. Tapi di dalam sejarah Jawa Kuno tidak pernah disebutkan. Padahal kalau Anda ke Israil, peradaban keempat ini justru yang diperhitungkan," tandas bapak dari Noe Letto tersebut.

"Mereka tahu, masa depan dunia ada di tangan Jawa. Kita tentu tahu, software terpenting adalah Javascribt. Mengapa harus Java? Inikan menunjukkan Jowo," beber dia.

Jadi, kata dia, orang Jawa itu punya ketangguhan batin dan kekuatan luar biasa. "Saya dulu sudah lama di Semarang. Saya sebagai sosiolog, meneliti perilaku sosial di Semarang bahkan saya juga tahu Sunan Kuning. Hanya sosiolog yang mau terjun ke gang-gang meneliti kondisi sosial masyarakat," ujar dia dengan guyon.

Ngomong Jowo itu bisa gampang, lanjutnya, juga bisa jadi susah. "Jadi Jowo itu gampang-gampang angel, dan angel-angel gampang," tukasnya.

Saat ini, kata Cak Nun, Jawa kita tak hanya baunya saja. "Namun Jawa kita harus sampai akarnya," tutur Cak Nun dalam agenda HUT Kota Semarang tersebut. (Red-HB45/Foto: Syaiku).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Cak Nun: Pusat Jawa Bukan Hanya Jogjakarta dan Solo Tapi Semarang Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora