Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Saturday, 18 April 2015

Pemikiran Gus Dur tentang Perempuan



Judul  : Gus Dur di Mata Perempuan
Penulis : Sri Mulyati, dkk.
Editor : Ala’i Nadjib
Penerbit : Gading
Tahun : 2015
Tebal : xxx+296
ISBN : 978-602-14913-9-3

Siapa yang tak mengenal sosok Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur? Tokoh cerdas dan nyentrik ini dikenal luas karena gagasan atau pemikirannya tentang pluralisme, liberalisme, kesetaraan gender, maupun demokrasi. Meski sosok Gus Dur telah wafat, namun pemikiran-pemikiran beliau tetap hidup dan terus dijadikan sebagai bahan berbagai kajian-kajian keilmuan hingga kini.

Buku berjudul Gus Dur di Mata Perempuan ini mendokumentasikan pemikiran Gus Dur terkait kesetaraan gender, feminisme, dan pembelaan terhadap kaum lemah. Uniknya, dokumentasi itu dilakukan oleh para tokoh perempuan. Baik dari kalangan keluarga, sahabat, maupun berbagai pihak yang pernah mengenal dan memiliki pengalaman personal dengan beliau. 

Pengalaman-pengalaman tersebut direkam lewat kumpulan tulisan yang menarasikan pemikiran Gus Dur. Kumpulan tulisan itu sendiri, dalam buku ini terbagi dalam berbagai fokus atau bab. Diantaranya Gus Dur dan Keluarga, Gus Dur dan Nahdhatul Ulama, Gus Dur dan Dan Kiprah dalam Partai Politik, Gus Dur dan Pemikirannya, Gus Dur dalam Kenangan Kolega di Luar Negeri, dan lainlain.

Buku yang diluncurkan berbarengan dengan haul Gus Dur ke-5 ini memiliki perbedaan dengan berbagai buku yang sudah beredar tentang sosok Gus Dur. Buku-buku tentang Gus Dur yang sudah dikenal publik, kebanyakan mengulas sosok Gus Dur sebagai tokoh pluralis, ulama, budayawan, atau negarawan. Buku ini hadir menawarkan pemikiran Gus Dur dari sisi feminisme dan kesetaraan gender, lewat pengalaman berbagai tokoh perempuan. Meskipun, memang pandangan-pandangan tentang demokrasi, pluralisme, sekulerisme, tetap tercakup di dalamnya.

Wujud kepedulian Gus Dur terkait kesetaraan perempuan, terlihat dari bagaimana sikap beliau dalam keluarga. Sikap tersebut terlihat dari bagaimana beliau membangun kemitraan dengan sang istri dalam mengasuh dan mendidik anak. Kebiasaan dan keseharian beliau dalam memimpin keluarga, bersama sang isri, dan bagaimana pendidikan yang diberikan pada anak-anak perempuannya, mencerminkan kesadaran beliau akan hal tersebut. 

Dalam konteks NU sendiri, sebagaimana diungkapkan oleh Siti Musdah Mulia dalam tulisannya, kepedulian Gus Dur dengan kaum minoritas dan pembelaannya terhadap kaum perempuan terlihat dari program-program yang dicanangkan dan diimplementasikan dalam organisasi-organisasi NU, baik IPPNU, Fatayat, dan Muslimat. Wujud program tersebut, di antaranya; pengarusutamaan gender, reinterpretasi kitab kuning tentang posisi dan kedudukan perempuan, penguatan kesehatan dan hak-hak reproduksi, dan masih banyak lagi.

Lahirnya buku ini berawal dari cita-cita Fatayat, organisasi pergerakan perempuan NU untuk mendokumentasikan ingatan dan pengalaman para tokoh perempuan tentang Gus Dur dan pemikirannya, terutama terkait feminisme dan kesetaraan gender. Ingatan dan pengalaman tersebut, mencerminkan bagaimana beliau memiliki perhatian yang serius dengan kesetaraan gender dan bagaimana beliau memandang posisi perempuan dalam kehidupan. Diharapkan, lahirnya buku ini dapat mengkampanyekan pemikiran feminisme yang lahir dari khasanah pemikiran dan tradisi keindonesiaan, lewat pandangan Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur.

-Direview Al Mahfud, penikmat buku dari Pati
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pemikiran Gus Dur tentang Perempuan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora