Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Tuesday, 14 April 2015

Pilkada Blora 2015 Miskin Figur Perempuan



Blora, Harianblora.com – Rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Blora yang akan dihela tahun 2015 ini dinilai miskin sosok perempuan. Ya, Pilkada Blora 2015 miskin figur perempuan. Seperti diketahui, sampai detik ini belum juga ada kandidat maupun bakal calon bupati yang berasal dari kaum hawa.

Sampai detik ini, banyak muncul baliho-baliho politik di Bumi Samin ini yang didominasi dari kaum adam. Seperti yang sudah beredar, kandidat atau bakal calon bupati Blora meliputi Djoko Nugroho (petahana), Abu Nafi (petahana), Maulana Kusnanto, Ir Zaenal Arifin, Gunawan S Pardji, Rubiyanto, Mulgiyono dan sebagainya. Kesemuanya itu adalah kaum laki-laki yang sudah unjuk gigi, baik sudah ramai di media sosial maupun yang sudah memasang baliho atau spanduk berisi kampanye.



Kunartiningsih Ketua Bidang Sosial Politik Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Cabang Blora mengatakan hal itu sebagai kemunduran politik. “Perempuan dan laki-laki mempunyai hak sama dalam berpolitik. Asbsennya figur perempuan dalam Pilkada Blora menjadi wujud miskinnya kiprah perempuan dalam demokrasi,” ujar dia kepada wartawan Harianblora.com, Selasa (14/4/2015).

Seperti kita ketahui, pada Pilkada Blora tahun 2010, diikuti oleh 3 pasangan. Pasangan nomor 1 adalah Yudhi Sacoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo, pasangan nomor urut 2 adalah Warsit-Lusiana Marianingsih dan pasangan nomor urut 3 adalah Djoko Nugroho-Abu Nafi yang menjadi pemenang Pilkada Blora 2010 dan kini jabatannya akan selesai. (Baca juga: Inilah Kandidat Bupati Blora Bermunculan).

“Ibu Lusiana Marianingsih meskipun dulu hanya calon wakil bupati Blora, namun hal itu sudah menjadi wujud keterlibatan perempuan dalam politik,” jelas aktivis tersebut.

Saya kira, kata dia, Pilkada Blora nanti harus belajar dari masa lalu. “Ya kandidat bupatinya, ya KPU dan Panwasnya,” tukas dia. (Baca juga: Menanti Bupati Blora dari Kaum Perempuan).

Miskinnya figur perempuan, dinilai Kunartiningsih sebagai salah satu kegagalan partai politik dalam mengader anggotanya. “Masalah pemimpin itu bukan urusan gender, tapi mau dan mampu atau tidaknya. Buktinya, banyak pemimpin laki-laki yang gagal dalam menjalankan roda kepemimpinannya,” tegas perempuan tersebut.

Dalih agama, kata dia, juga sering menjadikan perempuan minder dan ciut nyali untuk menjadi pemimpin. “Politik perempuan selama ini memang dibelenggu dengan dalih agama, kodrat, emansipasi dan sebagainya. Padahal, perempuan adalah tiang agama bahkan ibu dari semua manusia,” terang dia. 

Saya berharap, lanjutnya, semua partai politik memberi kesempatan bagi perempuan untuk maju dan unjuk gigi dalam Pilkada Blora nanti. “Peran organisasi seperti NU, Muhammadiyah, dan ormas serta LSM lain juga perlu mendorong perempuan maju dalam Pilkada Blora. Pokoknya, saatnya perempuan memimpin Blora,” harapnya. (Red-HB45/Foto: Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pilkada Blora 2015 Miskin Figur Perempuan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora