Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 17 April 2015

Peringatan Hari Kartini 2015 Tak Boleh Seremonial Belaka



Blora, Harianblora.com - Peringatan Hari Kartini 2015 tak boleh seremonial belaka. Hal itu diungkapkan Kunartiningsih, pengurus bidang keperempuanan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Cabang Blora, Jumat (17/4/2015). Menurut dia, selama ini peringatan Hari Kartini hanya numpang lewat dan terkesan simbolitas saja.

"Bagi kami, yang penting bukan perayaannya saja. Namun pada substansi perayaan Hari Kartini dan implementasi ruh Kartini dalam kehidupan sehari-hari," jelas dia kepada wartawan Harianblora.com. Menurut perempuan tersebut, saat ini sosok Kartini memang sudah dikenal semua orang, namun masih banyak perempuan hanya mengetahui nama Kartini saja.

Perayaan Hari Kartini seperti lomba-lomba, seminar, diskusi, fashion show, maupun lomba menyanyi dan menari selama ini dinilai hanya sekadar formalitas belaka dan belum menjiwai sampai implementasi dalam kehidupan sehari-hari. "Bagi saya, setiap hari ya Hari Kartini," beber dia.

Berbicara Kartini, kata dia, berarti kita membicarakan pendidikan dan hak-hak perempuan. "Saya berharap, di era maju seperti ini, pemerintah perlu mendorong, membantu perempuan di Kabupaten Blora untuk tetap sekolah minimal sampai SMA," harap dia. Bahkan, lanjutnya, kalau perlu ya sampai sarjana. 

"Perempuan saat ini bukan hanya urusan dapur, kasur dan sumur. Namun saat ini sudah banyak perempuan maju, memiliki kesempatan sama dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan, politik dan pendidikan," jelas dia.

Meskipun Blora dikatakan sebagai daerah pinggiran, ujar dia, namun bukan berarti perempuan di Blora setelah SMP nikah. "Saat ini sekolah dari PAUD sampai SMA kan banyak dan ada di desa-desa. Jadi tidak ada alasan untuk tidak sekolah. Perjuangan Kartini itu ya minimal harus kita amalkan dengan mendorong perempuan di Blora sekolah sampai perguruan tinggi," ujar sarjana pendidikan tersebut.

Mau peringatan Hari Kartini di Blora, ujar dia, Hari Kartini di Grobogan, peringatan Hari Kartini di Kudus, Hari Kartini di Jepara sekalipun harus mengena dan bersubtansi.

Habis gelap terbitlah terang, menurut aktivis ini tidak sekadar diucapkan belaka. "Dari penelitian saya, jumlah perempuan yang nikah di bawah umur di Blora juga masih banyak. Meskipun mereka anak orang yang punya, namun motivasi untuk sekolah dan kuliah masih rendah. Bahkan banyak yang milih jadi TKI di luar negeri karena dinilai mendapatkan uang banyak," tegas dia.

Mau perayaan Hari Kartini 2015, katanya, perayaan Hari Kartini 2016, perayaan Hari Kartini 2017 bahkan perayaan Hari Kartini 2020 pun kalau tidak ada substansi dan gerakan nyata, maka perayaan Hari Kartini 2015 hanya menjadi formalitas belaka. "Setelah acara ya sudah selesai," pungkas dia. (Red-HB34/Foto: Kompas).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Peringatan Hari Kartini 2015 Tak Boleh Seremonial Belaka Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora