Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Monday, 6 April 2015

Jokowi Adalah Pemimpin Paling Inlander di Dunia



Purwokerto, Harianblora.com – Presiden Joko Widodo Jokowi adalah pemimpin paling inlander di dunia. Hal itu diungkapan pakar politik dan ekonomi dari UMP, Prof M Yudhie Haryono, Ph.D yang juga Direktur Eksekutif Nusantara Centre, Senin (6/4/2015). Menurut Yudhie, Jokowi adalah presiden paling bermental inlander di muka bumi ini.

Menurut Yudhie, Presiden Suharto berhasil babad alas neoliberal (bangun fondasi). “Habibi membangun alasnya. Gusdur membangun temboknya. Megawati menata atapnya. SBY menguatkan dengan pagarnya. Jokowi mengecat rumahnya,” beber dia dengan tegas.

Menurut penulis buku Saatnya Kaum Muda Memimpin tersebut demokrasi adalah hasil persetubuhan haram. Ia anak jaddah dari liberalisme dan keserakahan. “Karenanya, ia melahirkan masyarakat mimpi, takut pada bayang sendiri, ilutif dan inlander. Tak ada demokrasi (liberal) tanpa korupsi,” ujar dia kepada Harianblora.com.

Tak ada korupsi tanpa liberalisme, lanjut dia, hilirnya bisa diterka neoliberalisme. “Gerakan yang menyembah pasar bebas (laissez-faire), menuhankan nafsu, menternakkan ketamakan (greedy) dan mengkloning sebanyak mungkin predatorik yang bahagia di atas derita lainnya dan menderita di atas bahagia selainnya,” tegas politisi yang pernah mengajar di Universitas Paramadina tersebut.

Kini, kata Yudhie, berjuta manusia ketakutan dan rendah diri lahir. “Tak sudi melawan. Tak berani mengritik. Mereka berkecambah di kampus-kampus, parpol-parpol, pesantren-pesantren, rumah ibadah dan semua tempat pelacuran sekalipun,” beber dia.

Mereka melahirkan hubungan tuan-hamba, kata Yudhie, majikan-buruh, kaya-miskin, serakah-kere. “Kelas ini dinamakan underdog mentality. Tugasnya memberhalakan neoliberalisme. Sejarah kepahlawanan dan perlawanan sudah diabsenkan, dihapuskan, ditenggelamkan dalam got dan disiram tinja sehingga menjijikan. Ya. Jika Anda ingin melanggengkan penjajahan, maka bukan mengirim rudal nuklir (yang mahal). Cukup ajarkan budaya melupakan pahlawan-pahlawan mereka,” terang penggagas Psikohermenutika Kitab Suci tersebut. 

Dengan murah, kata dia, ajaran itu akan melupakan generasinya memuja selain perlawanan, selain pemberontakan. “Pada generasi seperti ini, filsafatnya nyari senang, bukan nyari menang. Generasi yang memuja para bajak (lokal), bukan para bijak (internasional). Padahal, yang melawan (walau kalah) jauh lebih panjang namanya daripada yang ikut (walau menang) menjadi presiden sekalipun. Bukankah kita lebih menghargai Diponegoro dibandingkan Jokowi?” ujar dia. (Red-HB34/Foto: YH).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Jokowi Adalah Pemimpin Paling Inlander di Dunia Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora