Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Thursday, 9 April 2015

“Heroisme Masyarakat Samin” Sebagai Media Pembelajaran Menuju Generasi Indonesia Jujur

Oleh : Indra Bagus Kurniawan
Penulis merupakan juara 2 lomba penulisan kreatif BPMPKB tingkat Provinsi Jawa Tengah  tahun 2014

A.    Media Cerita “Heroisme Masyarakat Samin”
Penggunaan cerita “Heroisme Masyarakat Samin” sebagai media pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang penting dalam upaya penanaman nilai kejujuran dalam pembelajaran di kelas. Dari cerita tersebut, terdapat nilai-nilai positif yang dapat diambil, seperti nilai kejujuran yang dapat diajarkan kepada siswa. Siswa juga dapat terhibur dari cerita “Heroisme Masyarakat Samin” yang mengandung nilai kejujuran sehingga pembelajaran tidak membosankan atau bahkan membuat siswa mengantuk saat pembelajaran.

Ciri khas masyarakat Samin yang terkenal ceplas-ceplos serta berbicara apa adanya memberikan nilai keindahan tersendiri dalam cerita. Meskipun menanamkan nilai kejujuran, tapi ceritanya tidak monoton dan membosankan. Apalagi jika guru mengemas cerita melalui berbagai gambar dan tambahan ekspresi ketika menyampaikannya kepada siswa.

Cerita masyarakat Samin merupakan cerita lokal yang mengandung budaya. Isi kebudayaan tersebut merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan serta diambil nilai positifnya. Maka dari itu, memasukkan unsur cerita budaya di dalam pembelajaran merupakan salah satu jalan untuk melestarikan budaya tersebut. Apalagi saat ini sangat terkenal dengan adanya “pendidikan karakter’. Cerita masyarakat Samin memiliki heroism yang tinggi untuk membangun generasi bangsa yang jujur dan cerdas. Kejujuran dan kecerdasan generasi muda sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia.

B.    Nilai Kejujuran “Heroisme Masyarakat Samin”
    Masyarakat Samin diajarkan untuk selalu berperilaku mulia. Salah satunya adalah nilai kejujuran. Masyarakat Samin mengajarkan untuk selalu berbicara dan berperilaku jujur. Masyarakat Samin mengharamkan berdagang. Bagi mereka, perdagangan adalah pintu masuk bagi ketidak jujuran, keserakahan dan hedonisme. Hedonisme yang dimaksudkan adalah ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia (wikipedia). Memang dalam perdagangan, dikenal dengan istilah laba atau keuntungan. Laba inilah yang nantinya menjadi tujuan bahkan sering orang  menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi masyarakat Samin. Laba adalah cerminan ketidak jujuran. Suatu hal yang sangat diharamkan dalam ajaran Saminisme. Sehingga, siswa dapat mengambil nilai kejujuran di dalam ajaran masyarakat Samin tersebut.

C.    Implementasi Cerita “Heroisme Masyarakat Samin” dalam Pembelajaran
Heroisme adalah keberanian untuk membela keadilan dan kebenaran. Keberanian sangat penting untuk ditegakkan. Seperti keberanian masyarakat Samin untuk menyampaikan sesuatu kepada pemerintah maupun masyarakat. Masyarakat Samin memang terkenal sebagai pembangkang yang tidak patuh pada aturan pemerintah. Namun di sisi lain cerita masyarakat Samin mengajarkan arti penting kejujuran untuk menguatkan prinsip hidup.

Memasukkan unsur kebudayaan dalam pembelajaran akan memberikan arti tersendiri bagi generasi muda. Apalagi jika cerita “Heroisme Masyarakat Samin” disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Siswa akan lebih mudah diterima siswa dengan baik, apabila pengajar telah menguasai cerita yang terkandung dalam “Heroisme Masyarakat Samin”. Sehingga, penyampaian cerita dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak membosankan. Siswa juga harus memperhatikan ketika guru menyampaikan cerita tersebut. Sehingga, siswa dapat menerima pokok cerita dengan baik.

Pemilihan cerita “Heroisme Masyarakat Samin sebenarnya disertai oleh beberapa alasan:
1)    Tokoh-tokoh cerita masyarakat Samin akan mengenalkan siswa pada pahlawan daerah
2)    Tokoh-tokoh nyata dapat menginspirasi siswa
3)    Siswa akan semakin sayang dengan kebudayaan daerahnya
4)    Setelah besar, siswa akan berusaha menjaga dan melestarikan nilai positif pada kebudayaan daerahnya
5)    Anak termotivasi untuk memiliki jiwa heroisme

    Langkah menerapkan atau mengimplementasikan cerita “Heroisme Masyarakat Samin” dalam pembelajaran:

1)    Perencanaan
Cerita “Heroisme Masyarakat Samin” rencananya akan dilaksanakan pada siswa Sekolah Menengah Atas. Siswa tidak hanya mendengarkan cerita guru tapi juga melaksanakan beberapa hal yang berhubungan dengan ‘kejujuran’. Media pembelajaran ini bisa diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru harus sudah menyiapkan rancangan cerita yang akan disampaikan ke siswa. Guru juga menyiapkan lembar penilaian untuk menguji kejujuran siswa. Jadi guru sudah siap sebelum pembelajaran dimulai.

2)    Pelaksanaan
Cerita “Heroisme Masyarakat Samin” disampaikan dalam pembelajaran bersama guru. Pada pelaksanaannya, siswa diajak mendengarkan cerita guru tentang kiprah masyarakat Samin ketika melawan pemerintah Belanda. Guru menyampaikan alasan masyarakat Samin melawan Belanda sebagai bentuk kepahlawanan. Guru juga menceritakan kehidupan masyarakat Samin yang sangat rukun serta jujur.

Ketika bercerita, guru berupaya menggunakan ekspresi yang tepat sehingga siswa merasa tidak bosan. Guru juga tidak memaksa siswa untuk duduk di bangku. Guru sesekali mengajak siswa duduk di lantai agar suasana lebih santai. Selain itu guru juga dapat mengajak siswa mendengarkan siswa di luar kelas.

Setalah memberikan beberapa contoh, guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa. Tujuan guru membagikan lembar evaluasi adalah untuk mengetahui pemahaman siswa. Selain itu guru juga ingin siswa tidak hanya mendengarkan cerita namun dapat mengambil nilai “kejujuran” yang terdapat dalam cerita. Guru memberikan tugas proyek kepada siswa untuk menulis beberapa hal yang berkaitan dengan “kejujuran” masing-masing siswa.

3)    Penilaian
Penilaian adalah hal-hal yang dilakukan guru untuk mengetahui langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan sudah baik atau belum. Guru berusaha memperbaiki untuk kelemahan yang ada.

D.    Efektifitas  Cerita “Heroisme Masyarakat Samin”
Cerita “Heroisme Masyarakat Samin” sangat efektif dalam upaya penanaman nilai kejujuran dalam  diri setiap siswa. Guru dapat mendidik siswa dengan media cerita yang mengasyikkan dan tidak membosankan, sehingga lebih mudah menyampaikan nilai-nilai kejujuran melalui cerita “Heroisme Masyarakat Samin”. Siswa dapat mengambil nilai-nilai kejujuran masyarakat Samin setelah mendengarkan Guru menceritakan cerita “Heroisme Masyarakat Samin”. Siswa dapat menyimpulkan nilai kejujuran yang dapat mereka serap dan kemudian mencontoh sifat kejujuran yang dimiliki oleh Masyarakat Samin.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: “Heroisme Masyarakat Samin” Sebagai Media Pembelajaran Menuju Generasi Indonesia Jujur Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora