Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Saturday, 18 April 2015

Wahyu Indah Ningsih Ingin Jadi Model Mandiri di Blora



Sampai detik ini, banyak sekali perempuan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ingin menjadi model dan bergerak di dunia penuh tantangan tersebut, tak terkecuali bagi perempuan yang memiliki nama lengkap Wahyu Indah Ningsih. Ya, Wahyu Indah Ningsih ingin jadi model mandiri di Blora dan mengampanyekan kemandirian bagi kaum perempuan.


“Sejak kecil saya sudah berlatih mandiri. Saya tak malu ketika membantu orang tua jualan sate dan bakar sate,” ungkap dia kepada Harianblora.com, kemarin.

Wahyu Indah Ningsih adalah salah satu perempuan kelahiran Blora yang saat ini mendalami dunia model. Ia merupakan perempuan lulusan SD Turirejo 1 Jepon Blora, kemudian MTSN Jepon Blora dan SMK Negeri 2 Blora tahun 2014.

Perempuan kelahiran 15 Januari 1997 ini awalnya mendalami dunia model sejak duduk di bangku SMK. “Saya dulu disarankan guruku di SMK, apalagi jurusanku berhubungan dengan dunia model. Awalnya ya disuruh ikut fashion show guruku di sekolah,” jelas Indah.

Model Mandiri
Menjadi model memang tidak mudah. Hal itu juga diakui Indah. Meskipun sampai saat ini Indah mengaku masih belajar menjadi model, namun tekadnya juga tidak bisa dikatakan iseng belaka. Sebab, ia sering mendapat teguran dari orang tua saat hunting di luar kota Blora.

“Kurang lebih satu tahun saya sudah mendalami dunia model. Meskipun belum hebat, namun saya masih belajar menjadi model,” ujar perempuan yang akrab disapa Indah tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, Indah berprinsip bahwa hidup harus mandiri. Apalagi, Indah mengakui bahwa dirinya lahir dari keluarga biasa. “Hidup jangan sampai minta, harus mandiri. Jadi model pun juga demikian, kita harus mandiri,” bebernya.

Hal itu dibuktikan dia dengan usaha penjualan botol minum Tupporware. “Saya waktu kecil pernah diejek, dari situ saya termotivasi kerja agar bisa mandiri. Saat ini saya juga sudah jadi sekretaris di usaha botol minum Tupporware,” tukas Indah.

Menurut dia, sampai saat ini masih jarang perempuan di Blora yang mau bekerja membantu orang tua. Apalagi seperti jualan sate yang harus meladeni pembeli. “Saya sering dikatakan model kok jualan sate, tapi saya gak malu wong itu kerja dan membantu orang tua,” tegas dia.

Saat kecil, lanjut Indah, saya juga pernah mencari ungker bahkan ngarit (mencari rumput) untuk makanan ternak. “Padahal saya cewek, tapi gak malu saat ngarit,” ujar dia.

Sampai detik ini, Indah mengaku masih belajar menjadi model dengan yang lain. “Saya pernah mengikuti fashion show tahun 2014,” jelas perempuan alumnus SMK Negeri 2 Blora tersebut.

Kalau foto pas ada event, kata Indah, saya pernah di Blora, Bojonegoro. “Kalau di tempat lain belum dibolehkan orang tua, seperti di Jogjakarta,” terangnya. Selain membantu usaha sate milik bapaknya, Indah ternyata juga mengajar senam di Jepon yang bisa menjadi kesibukan dan menambah penghasilannya.

Model Punya Pendirian
Menjadi model atau menjadi apa saja, menurut Indah harus punya pendirian dan prinsip. “Saya pernah mendapatkan tawaran foto yang orientasinya negatif, nah itu tak tolak karena saya bukan perempuan sembarangan,” ujar dia.

Maka dari itu, lanjut Indah, semua model menurut saya harus punya pendirian. “Maka saya ingin menjadi model yang ada manajernya, biar aman dan dapat terkontrol, rapi dan teratur baik,” jelas Indah.
Terserah orang bilang apa, kata Indah, yang penting saya punya pendirian dan benar. “Stigma negatif pada model pasti ada, maka kita harus punya pendirian,” tandasnya.

Dunia model itu keras, kata Indah, gak selamanya enak. “Sekali sesi dapat uang Rp. 500.000 sampai Rp. 1 Juta, tapi banyak yang meminta plus-plus. Nah itu saya tolak, karena ada fotografer yang menyamakan model kayak PSK, padahal beda,” kata Indah.

Aku ingin banget di Blora ada wadah khusus untuk model, kata dia, kalau aku kan udah ada manager, mentnya, jadi kalau ada yang macem-macem sudah ada hitam di atas putih bisa dituntut. “Tapi juga gak gampang masuk ke managemen itu,” tukas dia.

Memang benar, Indah menjelaskan bahwa semua profesi ada risikonya. “Yang penting pokoknya punya prinsip dan benar, selama benar tak perlu takut,” ungkap dia.
(Laporan Khusus Redaksi HarianBlora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Wahyu Indah Ningsih Ingin Jadi Model Mandiri di Blora Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora