Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Friday, 10 April 2015

Upaya Pengembangan Potensi Pariwisata Kawasan Tempuran Kabupaten Blora Berbasis Desa Wisata

Oleh :  Annisa Maulidya
Penulis merupakan duta wisata Kabupaten Blora tahun 2014

A.    Potensi Kawasan Tempuran
    Desa Tempuran memiliki objek wisata yang dapat menarik perhatian masyaraakat lokal dan yang berada di luar Kabupaten Blora. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Tempuran memiliki daya tarik tersendiri di bidang kepariwisataan bagi masyarakat luas.  Potensi wisata tersebut antara lain Waduk Tempuran, Kampung Bluron, Pemandian Sayuran, Makam mantan Bupati Blora dan wisata budaya Kethoprak.

1.    Waduk Tempuran
Objek Wisata Waduk Tempuran merupakan objek wisata yang keberadaannya, melingkari perbukitan di Dusun Juwet, Desa Tempuran, Kecamatan Blora sehingga nampak seolah-olah keberadaan Dususn Juwet berada terapung di atas waduk. Untuk sampai ke lokasi Objek wisata Waduk Tempuran ± 10 km arah timur dari Kota Blora. Luas areal Objek wisata Waduk Tempuran ± 4.675 Ha. Kawasan Objek Wisata Waduk Tempuran mempunyai multi guna yang fungsinya disamping sebagai irigasi tanah pertanian dan lahan perikanan, juga sangat cocok sebagai pembinaan olah raga Dayung dan pengembangan Kepariwisataa, karena lokasinya yang begitu indah dan menarik.

Sebagai pendukung Kepariwisataan antara lain :
a.    Adanya tempat pembibitan ikan tawar dengan system karamba.
b.    Tempat berlatih atlit-atlit Dayung Kabupaten Blora, yang sudah mampu berbicara baik di tingkat nasional maupun internasional.

2.    Kampung Bluron
Objek wisata Kampun Bluron merupakan salah satu pilihan terbaru untuk berlibur yang menjadi favorit masyarakat Blora dan sekitarnya. Kawasan ini terletak 8 kilometer dari pusat kota atau tepatnya di kawasan Waduk Tempuran Desa Tempuran Blora Jawa Tengah. Wahana ini selalu ramai dikunjungi oleh sejumlah keluarga yang ingin berlibur pada setiap akhir pekan dengan tempat yang mampu menampung sekitar 200 hingga 250 orang. Wahana permainan yang ada yakni kolam renang yang dilengkapi dengan ember tumpah atau kali deres dalam bahasa Jawa. Tempat bermain air ini sangat digemari anak-anak maupun orang dewasa, dan sangat cocok untuk wahana berlibur keluarga dengan harga terjangkau dan tidak terlalu jauh dari Kota Blora. Pengunjung wahana ini bisa menikmati resto dan pondok lesehan dengan berbagai menu yang cukup menarik untuk dicoba dan sebagian besar merupakan masakan khas Blora dan Jawa pada umumnya. Selain itu kawasan ini juga menyediakan sanggar batik yang menawarkan batik-batik tulis pilihan khas Blora, dan pada kesempatan tertentu pengunjung bisa melihat langsung cara membatik maupun belajar membatik di sanggar tersebut. Jalanan menuju kawasan wisata air Kampung Bluron cukup baik dengan jalan beraspal dan mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan tempat parkir yang cukup luas.

3.    Pemandian Sayuran
Objek wisata Sayuran terletak di daerah perbukitan atau tepatnya berada di Desa Soko, Kecamatan Jepon  Kabupaten Blora, ± 14 km ke arah timur Kota Blora. Sejak tahun 1990 Pemerintah Kabupaten Blora mulai menata kawasan Objek wisata Sayuran secra bertahap, diantara : Kolam Renang, Bak Penampungan Air, Penghijauaan dan lain sebagainya. Secara fisik luas kawasan objek wisata Sayuran 6,6 Ha, dengan ketinggian tanah ± 250 m di atas permukaan laut mempunyai hawa yang sejuk serta tiupan angin yang relatip kencang seerti layaknya daerah pegunungan, mempunyai pemandangan yang sangat menarik. Apabila kita berada di atas perbukitan ± 2 km, kita akan dapat melihat dengan mata telanjang keindahan Pantai Utara, Objek Wisata Waduk Tempuran dan Kota Blora.

4.    Makam Bupati Tempo Dulu
Makam bupati tempo dulu merupakan Wisata Ziarah terletak di desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora ± 7 Km kearah Utara Blora, mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Di lokasi makam terdapat beberapa Makam Bupati diantaranya 8 makam Bupati tempo dulu yang pernah menjabat / memerintah Pemerintahan Blora dari tahun 1762 s/d 1925 antara lain : (1). R.T, Djayeng Tirtonoto, Bupati Blora Timur yang memerintah Th. 1762- Th. 1782. (2) R.T. Prawiroyudo, Bupati Blora yang memerintah Th. 1821 – Th. 1823. (3) R.T. Tirtonegoro III yang memerintah Th. 1823- Th. 1842. (4) Joyonegoro Putra Bupati Bojonegoro. (5) R.M.T.A Cokronegoro I yang memrintah Th. 1842. (6). R.M.T.A Cokronegoro II yang memerintah Th. 1857 – Th. 1885. (7) R.M.T.A. Cokronegoro III yang memerintah Th. 1886-Th. 1908. (8). R.A.A Said Abdul Kodir Djaelani yang memerintah Th. 1908 – Th. 1925. Karena jasa-jasanya sampai sekarang banyak peziarah yang berkunjung kesini. Disamping itu, setiap tahun juga diadakan upacara ziarah yang dikaitkan dengan kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora pada tanggal 11 Desember.

5.    Kesenian Kethoprak
Kethoprak merupakan bentuk seni tradisional berusia cukup tua, embrionya muncul sejak tahun 1887. Bentuk kethoprak berawal dari permainan orang-orang desa di Klaten yang menabuh lesung secara berirama pada masa bulan purnama. Kebiasaan rakyat desa Klaten ini dikembangkan oleh Wrekasdiningrat di Yogyakarta dengan ditambah antawacana (dialog) serta alat music seperti : kendhang, suling, terbang dan kecrek.

    Cerita yang di tunjukkan semakin beragam, seperti : Abdul Semarasupi, Damarwulan, Jaka Bodho, Aji Saka, Panji Asmarabangun, Rara Mendhut dan Siti Jaleka. Akibatnya dalam hal kostum terdapat keragaman, yakni kejawen, mesiran, basahan, dan gedhong. Kethoprak dipertunjukkan pada malam hari, dengan durasi 4-6 jam. Kethoprak adalah salah atu bentuk teater tradisional yang berpijak pada cerita sejarah dan bertutur dengan bahasa Jawa

B.    Upaya Pengembangan Desa Wisata di Kawasan  Tempuran
Syarat-syarat sebagai Desa Wisata tampak pada Kawasan Tempuran, Desa Wisata memili syarat-syarat sebagai berikut :

1.    Aksesbilitasnya baik, Tempuran dapat diakses  dengan mudah karena tempatnya tidak jauh dari pusat kota, dapat di jangkau dengan kendaraan apapun dan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit. Namun demikian jalan menuju ke tempat lokasi perlu diadakannya perbaikan jalan oleh instansi terkait.

2.     Memiliki obyek-obyek menarik berupa alam, seni budaya, legenda, makanan lokal, dan sebagainya untuk dikembangkan sebagai obyek wisata. Kawasan Tempuran memiliki objek alam seperti waduk tempuran, Pemandian sayuran dan di sayuran tersebut kita dapat melihat pemandangan kabupaten Blora yang indah. Kesenian kethoprak dan Barongan juga terdapat di sekitar kawasan Tempuran tersebut, beberapa makanan lokal khas Blora juga banyak di sajikan di Café Tempuran dan Lesehan di Kampung Bluron. Makam Bupati yang terdapat di kawasan Tempuran tersebut dapat di gunakan sebagi wisata ziarah dan sejarah.

3.     Masyarakat dan aparat desanya menerima dan memberikan dukungan yang tinggi terhadap desa wisata serta para wisatawan yang datang ke desanya.Berdasarkan wawancara dengan penduduk dan aparat Desa setempat, mereka sangat mendukung dengan dijadikannya kawasan Tempuran sebagai Desa Wisata.

4.     Keamanan di desa tersebut terjamin. Sudah di sediakannya tempat parker yang dikelola oleh masyarakat setempat.

    Namun demikian peran serta penduduk setempat belum lah maksimal, mungkin perlu adanya pondok peristirahatan atau sering di sebut dengan home stay dan kios-kios kecil guna menjual benda-benda cinderamata khas Blora yang bisa dijajakan kepada wisatawan.

5.     Tersedia akomodasi, telekomunikasi, dan tenaga kerja yang memadai.akomodasi yang ada di kawasan Tempuran sangat minim sekali, akses jalan yang belum memadahi membuat lokasi tersebut belum terlalu terbuka. Tenaga kerja masih dikelola oleh investor daerah.

6.     Beriklim sejuk atau dingin. Kawasan tempuran memiliki udara yang lebih bersih dari pusat kota. Di tunjang dengan kawasan pertanian yang luas dan masih asli. Kawasan pertanian ini dikemudian hari bisa di kembangkan menjadi Agrowisata dan wisata edukasi dengan memanfaatkan pembelajaran bercocok tanam di sawah bagi anak-anak.

7.     Berhubungan dengan obyek wisata lain yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Potensi-potensi wisata yang ada di kawasan Tempuran sudah dikenal oleh masyarakat luas khususnya oleh masyarakat Blora sendiri. Sehingga hal ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Kawasan ini dapat digunakan sebagai desa wisata yang berada di lokasi wisata lain.

Pada prinsipnya, objek wisata Kawasan Tempuran ini sangat menjanjikan apabila dikembangkan menjadi Desa Wisata andalan Kabupaten Blora. Selain tempatnya yang relatif dekat dengan pusat kota, mudah dijangkau, serta sangat menjanjikan, kawasan tempuran pun menjadi tujuan utama bagi penduduk Blora untuk bersantai, berwisata, melepas penat. Guna menunjang segala sesuatu kebutuhan kepariwisataan, maka potensi wisata yang berada di kawasan Tempuran perlu dilakukan pembenahan atau pengembangan yang berkaitan dengan kebutuhan aspek kepariwisataan, seperti menyangkut keindahan, kenyamanan, ketenangan, keamanan, kemudahan.

Secara jangka pendek, penataan dan pengembangan tersebut mungkin bisa dilakukan dengan perbaikan sarana fisik terlebih dahulu seperti perbaikan jalan menuju ke objek wisata, kelengkapan papan petunjuk mulai dibuat, perlu adanya papan aturan, larangan, tata tertib bagi pengunjung, perlu adanya prasarana toilet, air bersih, musholla, serta pendirian pos-pos/ loket retribusi pengunjung, serta hal yang sangat penting adalah tersedianya tempat parkir kendaraan roda dua maupun empat bagi wisatawan.

Secara jangka panjang, dimungkinkan Kawasan Tempuran dapat dikembangkan dengan menyuguhkan berbagai seni pertunjukan khas Blora yang mungkin bisa ditampilkan di saat-saat tertentu guna menarik pengunjung. Tentu saja paket wisata budaya perlu dikemas sesuai dengan selera wisatawan sehingga menarik untuk ditonton. Mungkin hal ini bisa di koordinasikan dengan dinas-dinas terkait ( Dinas Pariwisata ) atau dengan sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Blora.

Pada akhirnya, hal yang tidak kalah penting apabila objek wisata ini telah ramai dikunjungi wisatawan, mungkin perlu adanya pondok peristirahatan atau sering di sebut dengan home stay dan kios-kios kecil guna menjual benda-benda cinderamata khas Blora yang bisa dijajakan kepada wisatawan. Hal ini tentu saja bisa berkoordinasi dengan perajin dan masyarakat setempat. Selain memberdayakan warga setempat, dengan adanya Desa Wisata di kawasan Tempuran ini secara tidak langsung bisa dijadikan sebagai ajang untuk mencari tambahan penghasilan.

C.    Pengembangan Kawasan Tempuran Sebagai Penunjang Pariwisata Kabupaten Blora
Kabupaten Blora kaya akan pariwisata dan kesenian lokal. Tidak hanya  pariwisata alam, tetapi Kabupaten Blora memiliki wisata religi dan wisata geologi yang perlu di kembangkan. Tempuran merukan salah satu kawasan yang terdapat beberapa wisata alam dan religi, di sana juga terdapat pusat kesenian yang di sebut dengan kethoprak, Tempuran juga menyediakan berbagai kuliner khas. Tempuran sudah mencukupi syarat apabila kawasan Tempuran dijadikan sebagai Desa Wisata, karena selain fasilita – fasilitas wisata, Tempuran juga bertempat tidak jauh dari kota, sehingga mudah untuk di jangkau.

Dengan di jadikannya kawasan Tempuran sebagai Desa Wisata, hal ini akan menunjang pariwisata di Kabupaten Blora. Apabila wisatawan sudah tertarik dengan Desa Wisata Tempuran, mereka akan mencoba untuk mendatangi objek-objek wisata lainnya yang di miliki oleh Kabupaten Blora. Banyak potensi – potensi Blora yang dapat di kembangkan, mulai dari wisata alam, wisata geologi, wisata religi serta kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Blora. Sangat di sayangkan apabila potensi- potensi yang di miliki ini tidak dapat di gunakan dan dimanfaatkan  oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Blora.

Pengembangan kawasan Wisata Tempuran apabila sudah dapat di kembangkan dengan baik dan maksimal oleh instansi terkait dan masyarakat, maka hal ini akan menjadi contoh bagi pengembangan kawasan-kawasan wisata lain di Kabupaten Blora.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Upaya Pengembangan Potensi Pariwisata Kawasan Tempuran Kabupaten Blora Berbasis Desa Wisata Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora