Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 5 April 2015

Tradisi Sunat atau Khitan Perempuan di Blora Jawa Tengah



Blora, Harianblora.com – Tradisi sunat atau khitan perempuan di Blora Jawa Tengah ternyata masih dilestarikan. Biasanya, warga mengkhitan bayi perempuan tersebut saat usia bayi sudah selapan atau 36 hari setelah kelahiran.
 
Selametan saat khitan bayi perempuan di Blora.
Uniknya, di Kabupaten Blora Jawa Tengah, yang menyunat sebagian besar masih dukun bayi, bukan bidan dan dokter. Akan tetapi, sebagian masyarakat juga sudah menyubat bayi perempuannya ke bidan atau dokter sekaligus menindik telinga dan diberi anting agar bayi tambah cantik.

Saat menyunat atau khitan bayi perempuan, sang bayi juga dibacakan doa sekaligus diselameti dengan kondangan sederhana. Makanan dalam kondangan tersebut adalah jajan pasar dan juga kembang tujuh rupa. Selain itu, juga ada bubur merah dan bubur putih dalam kondangan tersebut.

Setelah sang dukun bayi mendoakan anak, maka jajanan dan makanan tersebut diberikan kepada warga setempat yang ikut selametan. Sedangkan kembang tujuh rupa tersebut kemudian ditaruh di atas “duluran” atau tempat mengubur ari-ari bayi.

Tradisi ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Kabupaten Blora dan di Jawa Tengah. Meskipun banyak kontroversi terkait sunat atau khitan terhadap perempuan, tapi budaya khitan perempuan ini merupakan salah satu budaya unik dan harus dijaga.

Setiap daerah memiliki khazanah budaya sendiri. Budaya khitan di Blora tentu berbeda dengan budaya khitan di Rembang, budaya khitan di Jepara, budaya khitan di Grobogan, budaya khitan di Pati, budaya khitan di Kudus, budaya khitan di Demak dan budaya khitan di Indonesia pada umumnya.

Budaya khitan perempuan secara medis dan agama banyak manfaatnya. Selain menyehatkan dan mencegah penyakit, terbukti khitan bagi perempuan juga menjaga martabat dan psikologi.

Menurut Samirah, sesepuh desa dan juga dukun bayi dari Kecamatan Tunjungan, Blora, khiatan bagi perempuan sebenarnya tidak seperti khitan pada laki-laki. Menurut dia, khitan pada perempuan hanya formalitas belaka. Namun hal itu hanya memutus bagian kecil pada kelamin perempuan.

"Ya cuma dipotong sedikit dengan silat," ujar dia saat mengkhitan salah satu bayi pada Sabtu (4/4/2015) siang. Ia mengatakan, banyak masyarakat Blora yang masih melestarikan budaya sunat perempuan, entah dilakukan dengan dukun, dokter maupun bidan.

Perempuan tersebut sudah bertahun-tahun menjadi dukun bayi dan melestarikan tradisi sunat pada perempuan di wilayah Kabupaten Blora. Budaya ini menjadi salah satu budaya menarik di Blora yang patut dilestarikan. (Red-HB34/Foto: Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Tradisi Sunat atau Khitan Perempuan di Blora Jawa Tengah Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora