Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 28 December 2014

Akibat Hama Wawung, Pohon Kelapa di Blora Sulit Ditemukan



Salah satu pohon kelapa di Blora yang diserang Wawung.
Blora, Harianblora.com – Diakui atau tidak, pohon kepala di Kabupaten Blora sulit ditemukan. Hal itu tidak hanya di daerah Tunjungan, Blora Kota, Banjarejo, Todanan, Kunduran Jiken, Jepon, Sambong, namun juga daerah Ngawen, Japah, Jati, Kradenan, Cepu, Bogorejo, Kedungtuban serta Randublatung. Di setiap desa, belum tentu ditemukan pohon kelapa. Hal itu diungkapkan Karsono (39) warga Tawangrejo, Kabupaten Blora. Menurutnya, di tiap daerah di Blora sangat sulit ditemukan pohon kelapa.

“Kalau tanya kelapa di Blora itu sulit, tapi kalau tanya pohon jati, nah itu gudangnya,” ujar Dia kepada Harianblora.com, Minggu (28/12/2014). Karsono mengatakan, hal itu tak lain akibat hama Kuwawung atau juga disebut Wawung. “Akibat hama Wawung, pohon kelapa di Blora sulit ditemukan,” ujarnya. Ia mengungkapkan, Blora sangat berbeda dengan Rembang dan Pati. “Kalau di Rembang dan Pati saya kira lebih mudah daripada cari kelapa di Blora,” ujar petani tersebut.

Dengan kawasan hutan yang luas, Blora identik pohon jatinya daripada pohon kelapanya. Maka tak heran jika di Blora lebih mudah didapatkan pohon jati daripada pohon kelapa. Bagi yang tidak tahu, maka heran jika Blora jarang pohon kelapanya. Menurut Karsono, selain faktor tanah, hama Wawung sangat menggemaskan. “Saya dulu pernah menanam sudah besar sebanyak 5 pohon di kampung saya, namun ya mati karena dimakan Wawung, tak kasih jaring juga tak bisa meminimalkan,” papar Dia.

Seperti kita ketahui, kelapa atau cocos nucifera adalah suatu tanaman yang ditanam di kebun yang memiliki batang lurus, dari jenis Famili Palmae. Menurut informasi yang dilansir Harianblora.com, ada beberapa jenis kelapa yang cocok dikembangkan di pulau Jawa. Pertama, meliputi jenis kelapa hijau atau varietas eburnea, kelapa merah atau rubescens, kelapa kelabu atau macrocorpu dan kelapa manis atau sakarina. Kedua, kelapa genjah dengan varietas eburnea atau kelapa gading, varietas regia yaitu kelapa raja,  pumila atau kelapa puyuh, pretiosa atau kelapa raja Malabar dan ketiga adalah kelapa hibrida.

Sedangkan yang dikembangkan di Jawa Tengah, yang paling diminati adalah kelapa kopyor. Salah satunya yang dikembangkan Abdul Rokhim, warga Alasdawa, Dukuhseti, Pati. Terpisah, ia menuturkan kepada Harianblora.com, bahwa kelapa kopyor sangat banyak ditemukan di Pati, khususnya di daerah Tayu, Dukuhseti, Alasdawa dan Ngagel. “Waktu pergi ke Blora saat datang ke resepsi keponakan, saya heran di sana jarang ada pohon kelapa berdiri, padahal di Pati pohon kelapa sangat njubel,” ujarnya. 

Untuk mengurangi populasi Kuwawung, Rokhim menjelaskan selain memasang jaring, petani kelapa bisa menguranginya dengan membakar jerami sisa makanan sapi. “Perkembangan Kuwawung akan cepat bila jerami sisa makanan sapi dibiarkan, ditumpuk, apalagi dekat pohon kelapa, ya pasti Kuwawungnya banyak,” jelasnya. Jika jerami sisa makanan sapi dibakar, lanjutnya, maka akan memotong mata rantai perkembangbiakan Kuwawung. “Kalau bisa, ketika memilih lokasi untuk menanam pohon kelapa jangan dekat dengan kandang sapi,” papar pria dari dua anak tersebut. (Red-HB23/Foto: Harianblora.com).

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Akibat Hama Wawung, Pohon Kelapa di Blora Sulit Ditemukan Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora