Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Tuesday, 30 December 2014

Pondok Pesantren di Blora Harus Mandiri



Blora, Harianblora.com – Pondok Pesantren di Blora harus mandiri. Hal itu diungkapkan Ahmad Fauzin, Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Cabang Blora, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2014). Menurutnya, pesantren tak perlu berharap diperhatikan pemerintah, masyarakat, atau pihak lain. “Selama ini banyak yang menganggap pesantran di Blora dianaktirikan dari pendidikan formal, dipahami juga sebagai sarang teroris, pengembangan ilmu supranatural, hanya hafal-menghafal,” ujar Dia pada Harianblora.com.

Jika saat ini banyak pemerintah yang kurang baik, katanya, pesantren ya tak perlu berharap pada mereka. “Berharap kok dengan orang kurang baik,” ujar alumni Pondok Pesantren Khozinatul Ulum tersebut. Tak usah berharap, jaluk, lanjutnya, pada mereka yang belum tentu jelas baiknya.

Kalau menurut saya, ujar Dia, sejak zaman dulu pondok pesantren itu menjadi contoh dunia yang mandiri. “Gunane ada pesantren itu, supaya kita apikan karo wong, ora nunggo wong apikan karo awake dewe,” katanya.

Pesantren tak perlu menagih orang lain, ujar Dia, karena pesantren harus menagih dirinya sendiri. “Kita itu tak ada waktu untuk menagih pemerintah, justru kita lah harus menagih diri sendiri. Pesantren kok ngemis-ngemis,” paparnya.

Pesantren, kata Dia, itu mandiri. “Sama seperti puasa, puasa itu bertujuan untuk menghormati orang lain, latihan untuk menjadi manusia yang menghormati orang lain. Bukan malah pas puasa kita minta dihormati. Kan ada kata-kata hormatilah orang yang berpuasa. Itu ngawur, salah kaprah,” tukasnya.

Yang membuat Islam tak maju-maju itu, lanjutnya, para kiai ngemis-ngemis ke Bupati, Gubernur, padahal kiai itu sendiri mengajarkan kemandirian. “Ngajak-ngajak untuk mandiri kok minta-minta sendiri,” jelasnya.

Jadi orang, katanya, jangan sibuk meminta. “Kita harus sibuk memberi, kalau tak bisa memberi uang, berilah perhatian. Kalau tak bisa memberi perhatian, berilah tresno. Nek ora due tresno yo wes, mati wae,” pungkas Dia. (Red-HB20/Foto: Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pondok Pesantren di Blora Harus Mandiri Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora