Lokal

Harian Blora Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2017. Semoga kita semua bisa menjadi guru bagi diri sendiri dan keluarga yang bisa digugu dan ditiru.

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Sunday, 28 December 2014

Musim Hujan Datang, Hati-hati Penyakit Leptospirosis di Blora



Blora, Harianblora.com – Musim hujan datang, hati-hati penyakit Leptospirosis di Blora  yang bisa menular lewat beberapa hewan, seperti kucing, tikus, anjing dan sejenisnya. Penyakit ini sangat berbahaya, apalagi masyarakat Blora belum semuanya tahu tentang penyakit ini. Untuk itu, mari kita telisik dan bongkar lebih dalam apa itu penyakit Laptospirosis, cara penularan dan cara mengatasinya.

Leptospirosis, namanya aneh dan jarang didengar telinga. Ya, penyakit ini merupakan suatu penyakit yang timbul akibat bakteri Leptospira sp. Penyakit ini visa menular dari hewan ke manusia, salah satunya lewat kucing, maka warga Blora harus hati-hati dengan kucing. Selain menular dari hewan ke manusia, penyakit ini juga bisa ditularkan dari manusia ke hewan atau sering disebut zoonosis.

Penyakit Leptospirosis juga bisa disebut penyakit Weil, Demam Icterohemorrhage, Penyakit Swineherd's, Demam Pemotong tebu atau Cane-cutter fever, Demam Canicola, Demam pesawah atau Ricefield Fever, Demam Lumpur, Penyakit Stuttgart, Jaundis berdarah, penyakit kuning non-virus, penyakit air merah pada anak sapi dan tifus anjing.

Cara Penularan
Leptospirosis bisa terjadi pada manusia yang ditularkan dari hewan ke manusia. Pada hewan, biasanya bisa terjadi selama beberapa bulan, namun pada manusia biasa terjadi dan hanya bertahan kurang lebih 2 bulan atau 60 hari.

Penyakit ini bisa ditularkan lewar air (water borne disease). Leptospirosis mudah tertular melalui air kencing atau urin, ini menjadi sumber penularan yang utama baik pada hewan maupun manusia. Leptospira sangat mudah bergerak dengan cepat di dalam air, hal itu menjadi penentu utama yang bisa menginfeksi induk semarang yang baru. Maka saat musim hujan seperti ini, sangat mudah Leptospirosis menular baik pada hewan maupun manusia. Di daerah banyak air, dekat sungai atau yang sedang dilanda banjir sangat rentan tertular penyakit Leptospirosis.

Berbeda dengan di luar negeri, di Indonesia sendiri, penularan Leptospirosis rentan terjadi lewat tikus pada saat banjir atau banyak air. Kondisi becek, banyak genangan air, berlumpur, kotor, kumuh dan tidak kering memudahkan bakteri Leptospira berkembang biak dan menular.

Jika air kencing tikus, kucing dan anjing tercampur serta terbawa air banjir, kemudian masuk ke dalam tubuh manusia, baik lewat permukaan kulit, luka kulit, atau selaput mata dan hidung manusia, maka mudahlah penyakit Leptospirosis menular. Hewan kesayangan atau yang sering dipegang seperti kucing harus dijauhi saat musim hujan tiba karena mudah menularkan bakteri Leptospira.

Menurut Widodo Judarwanto (Agustus 2009) dalam bukunya berjudul “Leptospirosis pada Manusia” menjelaskan penyebar utama penyakit ini adalah tikus. Pasalnya, tikus menjadi penyalur utama bakteri Leptospira. Ia menjadi inang alami dan memiliki daya reproduksi tinggi. Tak hanya tikus, di dalam buku tersebut juga menjelaskan hewan-hewan lain yang menjadi penyalur Leptospirosis, yaitu kucing, domba, sapi, kuda, babi, anjing dan sebagainya.

Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi dan potensi menularnya tidak besar. Yang sering terjadi justru penularan lewat hewan ke manusia. Biasanya yang paling rentan adalah lewat tikus dan kucing ke manusia, apalagi dua hewan ini sangat dekat dengan manusia.

Bagi Anda yang bekerja sebagai petani yang sering bersentuhan dengan air, lumpur, juga para pemulung, pegawai PDAM, atau pekerja pembersih selokan harus berhati-hati. Pasalnya, bakteri Leptospira mudah menular pada diri Anda, pada umumnya penularan tersebut melalui mulit dan tenggorakan manusia.

Obat dan Pencegahannya
Dalam buku yang ditulis Eldredg, dkk, In Beth Adelman, Dog owner’s Home Veterinary Handbook jenis penderita penyakit ini ada dua, yaitu pada hewan dan manusia. Cara pencegahan dan obatnya pun sedikit berbeda.

Pertama, pada hewan. Anda bisa memberi antibiotik berupa ciprofloksasin, doksisiklin, enrofloksasin, atau kombinasi penisillin-streptomisin. Jika Anda bingung, tanyakan pada dokter hewan. Anda juga bisa memberikan terapi yang suportif, dengan cara memberikan antidiare, antimuntah dan infus.
Untuk mencegah Leptospirosis pada hewan, bisa dilakukan dengan cara memberi vaksin Leptospira. 

Menurut Dharmojono dalam buku Leptospirosis-Antthrax-Mulut dan Kuku-Sapi Gila, Waspadailah Akibatnya! Menjelaskan Vaksin Leptospira untuk hewan merupakan jenis vaksin inaktif dalam bentuk cari. Ia juga sekaligus menjadi pelarut, karena secara umum, vaksin Leptospira dicampur dengan vaksin yang lain, misalnya distemper-hepatitis dan sebagainya. Jika Anda bingung, tanyakan pada dokter hewan terdekat atau klinik kesehatan terdekat.

Kedua, pada manusia. Jika Anda atau keluarga terkena Leptospirosis yang ringan, Anda bisa mengobatinya dengan ampisillin, amoksisillin atau antibiotik doksisiklin. Jika Leptospirosis pada diri Anda sudah akut dan besar, bisa diobatai dengan jenis ampisillin, amoksisillin, eritromisin dan penisillin G.

Leptospirosis sangat mudah tertular lewat air, maka Anda bisa mencegahnya dengan cara menjauhkan makanan dan minuman dari urin atau ari kencing semua hewan, tidak hanya kucing dan tikus. Apalagi manusia sangat rawan dengan infeksi semua serovar Leptospira. Pola dan perilaku hidup sehat juga menjauhkan diri Anda dari bakteri Leptospirosa.

Jika Anda memelihara hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, berhati-hatilah dengan mereka. Hendaknya, setelah memegangnya, anda cuci tangan atau segera mandi jika Anda kotak fisik dengan hewan-hewan tersebut.

Anda juga harus menjauhi, mewaspadai dan jangan kontak fisik dengannya, karena ia menjadi pembawa alami dan pembawa utama penyakit Leptospirosis. Sudah saatnya masyarakat Blora hidup sehat agar tidak terkena Leptospirosis. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com/Foto: Harianblora.com). 

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

  1. Pernah denger sih....tapi ga tau nama penyakit yang di tularkannya :D hehhehe

    Klo untuk mencegah penularan seperti apa??
    Thanks :)

    ReplyDelete

Item Reviewed: Musim Hujan Datang, Hati-hati Penyakit Leptospirosis di Blora Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora