Harian Blora menerima rilis tulisan baik berupa berita, juga opini, cerpen dan puisi. Naskah silahkan kirim ke redaksiharianblora@gmail.com

Latest News

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Saturday, 20 December 2014

Kabupaten Blora Layak Dijadikan Ibu Kota Negara Indonesia?



Blora, Harianblora.com – Apa yang Anda bayangkan, jika Kabupaten Blora layak dijadikan Ibu Kota Negara Indonesia? Setujukan Anda? Selama ini sudah ada wacana pemindahan Ibu Kota Jakarta ke berbagai wilayah. Ada yang mengatakan pindah di Bandung, Surabaya, Kalimantan, Semarang dan sebagainya.

DKI Jakarta selain macet, panas dan kejam, kondisi tanah di sana juga sudah tidak nyaman dan aman. Problem banjir, daerah kumuh, air rop, juga menjadi catatan buruk di negeri ini. Namun, stigma masyarakat masih belum sadar, orang mengira kalau hidup di Jakarta itu enak dan akan mendapat banyak uang. Padahal faktanya tidak semudah logika tersebut.

Untuk menjawab hal itu, redaksi Harianblora.com menghimpun beberapa opini masyarakat yang terdiri atas beberapa kalangan dan profesi.

Sebenarnya, wacana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kabupaten Blora pernah disuarakan Partai Gerindra, yaitu oleh Martin Hutabarat selaku Dewan Pembina Partai Gerindra. Hal itu diungkapkannya di Gedung DPR RI di Jakarta, pada 1 November 2013 lalu. Menurutnya, Blora sangat cocok dijadikan Ibu Kota Negara pengganti Jakarta, karena Blora memiliki luas hutan yang bisa dikompensasi di wilayah lain.

Martin juga pernah mengusulkan hal itu kepada Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah. Menurutnya, dengan luas hutan puluhan hektar, Blora sangat cocok dijadikan Ibukota Negara. Blora juga dekat dengan pelabuhan besar, yaitu di Rembang, didukung bandara di Semarang. Blora juga merupakan kabupaten aman dari bencana, seperti gempa bumi. Menurutnya, Blora sangat layak menjadi Ibu Kota Negara Indonesia.

Muhammad Choirul Anam, mahasiswa asal Pati yang  hidup di Jakarta merasa merana dan sengsara di sana. “Kalau bisa Jakarta itu ya dipindah di derah Jawa Tengah. Memang sudah sesak, rumah harus susun, pokoknya Jakarta itu kota sejuta masalah lah,” paparnya kepada Harianblora.com, Sabtu (20/12/2014).

Sependapat dengan hal itu, pemerhati tata ruang kota dari Semarang, Nailul Mukorobin juga mengamini jika Blora dijadikan Ibu Kota RI. Nailul menilai, pemindahan itu bukan ngawur dan asal-asalan. “Kita harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial kultural, tata letak kota, jangkauan transportasi juga SDM di daerah tersebut. Secara ilmiah, Blora sudah memenuhi, tidak ada macet, banjir, tanah longsor. Secara budaya, Blora juga kaya akan budayanya. Jadi alasan ini sudah ilmiah untuk menjadikan Blora sebagai Ibu Kota RI,” papar pengajar di FIP Universitas Negeri Semarang itu.

Menurutnya, hal itu harus didukung dan harus disuarakan para DPR RI yang dari Dapil Jawa Tengah. “Sehebat apa pun wacana ini, tapai kalau DPR nya gak paham dan mengusulkan ya mustahil,” ujarnya. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jika Blora akan dijadikan Ibu Kota RI. Salah satunya pemerataan akses transportasi, pembuatan jalan tol, pendirian bandara dan sebagainya.
Dengan luas 1.820, 56 km, Blora sudah cocok dijadikan pengganti Jakarta. “Sedangkan Jakarta luasnya kan cuma 661,52 km. Jadi jelas sangat luas Blora lah,” jelas akademisi kelahiran Demak tersebut.
Wacana ini, menurutnya bukan sekadar ngawur atau cari sensasi. “Ini sudah menggunakan rujukan ilmiah dan telaah akademis dari berbagai sudut pandang. Jadi tinggal dikonsep dan diusulkan kepada Presiden,” tandas Dia. Blora itu luas, lanjutnya, kaya akan budaya dan bahasa, jadi sangat logis, rasional dan ilmiah jika dijadikan Ibu Kota RI.

Blora, menurut Nailul juga memiliki kekayaan SDA luar biasa. “Tidak hanya sektor pertanian, kayu, mebel, padi, jagung, namun potensi minyak bumi di Cepu juga sangat bisa menjadikan alasan Jakarta pindah ke Blora,” pungkasnya.

Meskipun demikian, banyak orang yang tidak setuju dengan berbagai alasan. Fasih Dwi Yuani, sarjana pendidikan asal Blora mengatakan jika Ibu Kota RI dipindah ke Blora itu mustahil. “Tak mungkin, itu mustahil,” tuturnya saat dihubungi Harianblora.com, Sabtu (20/12/2014).

Jika Saya jadi presiden, katanya, saya tidak menyetujui hal itu. “Soalnya, pasti akan membangun dari nol, insfrastruktur, bangunan, jalan, dan sebagainya. Hal itu pasti butuh dana besar. Mending, dana itu untuk membangun daerah tertinggal,” ujar lulusan Unnes itu.

Fajrul Ahmad Nawawi, Ketua Lembaga Kajian Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) UIN Walisongo Semarang mengatakan Blora belum cocok dijadikan Ibu Kota Negara Indonesia karena tanahnya gersang. “Wah, kalau Blora belum cocok, soalnya tanahnya gersang,” ujarnya pada Harianblora.com pada hari Sabtu (20/11/2014).

Menurut akademisi asal Sumber, Rembang tersebut, yang cocok dijadikan Ibu Kota Negara adalah daerah Pantura, entah itu Rembang, Pati, Kudus, Semarang dan sebagainya. “Ibu Kota yang mewah itu ya Pantura,” tuturnya.

Ahmad Fauzin, Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Cabang Blora juga menilai positif wacana tersebut. “Kalau tidak mau banjir dan macet ya pindah di Blora,” ujar Dia. Semua wilayah itu layak, katanya, cuma ini kan tidak hanya masalah layak atau tidak, tapi juga masalah politik.

Indonesia, kata Dia, sudah saatnya butuh tempat aman, nyaman, asri, bebas kolusi. “Blora sudah memenuhi syarat tersebut. Mau dilihat dari berbagai sudut pandang, Blora tetap lebih asri dan asli daripada Jakarta,” jelasnya.

Sebenarnya, hal ini menjadi proyek panjang dan harus diwacakan di depan publik. Jika dikatakan Blora maju itu juga munafik, karena dari berbagai data, Blora masih tergolong kabupaten kaya namun miskin (baca: Blora Kabupaten Kaya Tapi Termiskin).

Maka dari itu, wacana ini harus ada follow up. Banyak dasar dan alasan kuat dari berbagai sudut pandang untuk menjadikan Blora sebagai Ibu Kota RI. Semoga hal ini tidak sekadar wacana namun ada tindak lanjut dan realisasinya, karena memang Blora sudah pantas jadi Ibu Kota Negara Indonesia. (Laporan Khusus Redaksi Harianblora.com).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

  1. Kelemahan Blora Kalau musim kemarau air susah,sumur2 pada kering

    ReplyDelete

Item Reviewed: Kabupaten Blora Layak Dijadikan Ibu Kota Negara Indonesia? Rating: 5 Reviewed By: Harian Blora